Ntvnews.id, Jakarta - Pameran perdagangan internasional Shanghai Fair Indonesia 2026 akan menghadirkan program business matching untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan produsen dan pemasok asal Tiongkok.
Program tersebut ditujukan untuk membuka peluang kerja sama bisnis lintas negara, memperluas jaringan perdagangan, sekaligus mempermudah pelaku usaha dalam mencari mitra pemasok sesuai kebutuhan industri.
Shanghai Fair Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11-12 November 2026 di Hall B1-B3 dan C1 JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pameran yang berorientasi pada bisnis antarpelaku usaha atau business to business (B2B) ini akan melibatkan lebih dari 330 perusahaan, 500 eksibitor, serta didukung 20 asosiasi industri.
Melalui program business matching, pemilik usaha, pembeli (buyer), distributor, importir, hingga reseller dapat mengikuti pertemuan bisnis secara langsung dengan calon mitra potensial.
Baca Juga: Gekrafs Bentuk 4 DPLN Guna Perluas Jaringan Ekonomi Kreatif di Tiongkok
Pertemuan tersebut dirancang secara terstruktur melalui sesi satu lawan satu (one-on-one), sehingga peserta dapat menjajaki peluang pengadaan barang, kerja sama distribusi, maupun kemitraan bisnis lainnya.
Skema ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha Indonesia menemukan pemasok secara lebih efisien, sekaligus membuka akses terhadap rantai pasok dan jaringan perdagangan internasional.
Lima sektor industri
Shanghai Fair Indonesia 2026 akan menghadirkan lima sektor industri utama, yakni Consumer Goods, Innovative Technology, Healthcare, Manufacturing, serta Trade and Services.
Sektor Consumer Goods mencakup produk tekstil dan pakaian, perlengkapan rumah tangga pintar, alat tulis, koper, hingga produk perawatan pribadi.
Sementara itu, sektor Innovative Technology menghadirkan berbagai inovasi di bidang kecerdasan buatan (AI), digitalisasi industri, manufaktur elektronik, energi baru, dan teknologi rendah karbon.
Adapun sektor Healthcare meliputi perangkat medis, teknologi pengujian diagnostik, reagen, bioteknologi, serta solusi kesehatan masyarakat.
Di sektor Manufacturing, peserta dapat menemukan berbagai produk dan teknologi, mulai dari material kimia baru, bahan bangunan, peralatan industri, teknologi kemasan dan percetakan, hingga produk olahan logam.
Sektor kelima, Trade and Services, mencakup layanan logistik, rantai pasok lintas negara, perdagangan digital, jasa sertifikasi dan perizinan, serta konsultasi hukum dan keuangan.
Hadirkan forum diskusi bisnis
Pameran perdagangan internasional Shanghai Fair Indonesia 2026 (Istimewa)
Selain pameran dan pertemuan bisnis, Shanghai Fair Indonesia 2026 juga akan menyelenggarakan forum diskusi dan panel yang menghadirkan narasumber dari kalangan industri.
Sejumlah topik yang dibahas mencakup kebijakan perdagangan Indonesia, perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan energi baru (new energy), hingga tren perdagangan elektronik lintas negara (cross-border e-commerce).
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pelaku usaha mengenai perkembangan pasar, peluang perdagangan, serta potensi kolaborasi bisnis antara Indonesia dan Tiongkok.
Pameran ini terbuka bagi kalangan profesional dan pelaku usaha. Pengunjung dapat melakukan registrasi tanpa dipungut biaya.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran pengunjung dan program business matching dapat diakses melalui situs resmi Shanghai Fair Indonesia di https://shanghaifair.id.
Pameran perdagangan internasional Shanghai Fair Indonesia 2026 (Istimewa)