Imigrasi Perkuat Kerja Sama Regional Lewat Forum DGICM di Kamboja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 12:13
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Ditjen Imigrasi, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026 Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Ditjen Imigrasi, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions (DGICM Plus) ke-29 yang berlangsung di Siem Reap, Kamboja, pada 22–26 Juni 2026.

Forum tahunan tersebut mempertemukan para direktur jenderal imigrasi dan kepala divisi urusan konsuler dari negara-negara ASEAN. Selain itu, perwakilan dari Australia, Jepang, dan China juga turut ambil bagian dalam agenda tersebut.

Sebelum keberangkatannya, Hendarsam menjelaskan bahwa DGICM merupakan ajang pertemuan penting bagi otoritas imigrasi di kawasan ASEAN dan mitra dialognya.

“Ya, sore ini saya ke Kamboja menghadiri DGICM. Ini seperti konferensi dirjen imigrasi ASEAN Plus yang juga dihadiri Australia, Jepang, dan China,” kata Hendarsam di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Baca Juga: Indonesia dan Prancis Perkuat Kerja Sama Industri Pertahanan melalui Produksi Kendaraan Taktis

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi sarana bagi para pemimpin lembaga imigrasi untuk berbagi informasi, pengalaman, hingga perkembangan teknologi terbaru. Dalam forum itu, berbagai isu strategis juga dibahas, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO), tindak pidana penyelundupan migran (TPPM), dan kejahatan penipuan daring yang melibatkan lintas negara.

Selain menjadi wadah diskusi mengenai tantangan keamanan kawasan, DGICM juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian di masing-masing negara peserta.

Indonesia, kata Hendarsam, akan menggunakan momentum tersebut untuk mempererat kerja sama regional serta membahas fenomena penipuan daring internasional yang dalam beberapa tahun terakhir marak terjadi di Asia Tenggara.

“Pasti itu (isu scamming) akan menjadi salah satu pembahasan,” ujarnya.

Baca Juga: Dirjen Imigrasi Lantik 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Ada Kakanwil Jabar hingga Kakanim Jakbar

Ia menilai capaian sektor keimigrasian Indonesia saat ini termasuk yang terbaik di kawasan ASEAN. Meski demikian, upaya peningkatan kualitas layanan dan pengawasan keimigrasian tetap terus dilakukan.

Melalui forum DGICM, Indonesia juga berkesempatan memperluas koordinasi, konsultasi, serta pertukaran praktik terbaik dengan negara-negara peserta, khususnya terkait pemanfaatan teknologi dan pengelolaan sistem keimigrasian.

Pada penyelenggaraan DGICM sebelumnya yang digelar di Brunei Darussalam, Indonesia menegaskan komitmennya dalam mencegah tindak pidana penyelundupan migran di kawasan ASEAN. Dalam kesempatan itu, Indonesia juga memaparkan keberhasilan pengungkapan jalur penyelundupan manusia melalui kolaborasi antara aparat penegak hukum nasional dan internasional.

Sejumlah inovasi di bidang keimigrasian turut diperkenalkan Indonesia, di antaranya penggunaan gerbang pemeriksaan otomatis (autogate) serta teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang mendukung percepatan proses pemeriksaan sekaligus memperkuat pengawasan keimigrasian.

Baca Juga: KPK Ungkap Silmy Karim Masuk Radar OTT Sebagai Dirjen Imigrasi 2023–2024

Sementara di bidang intelijen keimigrasian, Indonesia memperkenalkan program Desa Binaan Imigrasi sebagai langkah pencegahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyelundupan migran dan tindak pidana perdagangan orang.

(Sumber: ANTARA)

x|close