Ntvnews.id, Jakarta - YouTuber Ria Yunita atau yang lebih dikenal sebagai Ria Ricis kembali menuai kecaman keras dari publik dan sesama figur publik. Kecaman ini bermula setelah dirinya membagikan video aksi dirinya ikut membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan dengan menyertakan takarir atau caption bertuliskan "Kidzania".
Dalam video yang diunggah pada 6 November 2026 tersebut, Ricis tampak mengenakan perlengkapan relawan bersama tim lainnya, memegang selang air untuk menyemprot sisa titik api di lahan yang terdampak kebakaran.
"Walaupun sudah padam, tetap butuh dibasahi. Asapnya terus keluar, cepat sehat Indonesiaku," tulis Ria Ricis dalam keterangan unggahan media sosialnya, 6 November 2026.
Baca Juga: Ria Ricis Tawarkan Umrah dan Open Donasi untuk Keluarga Affan Kurniawan
Namun, fokus warganet dan sejumlah pesohor justru tertuju pada penyematan kata 'Kidzania' dalam keterangan video tersebut. Kidzania dikenal luas sebagai fasilitas rekreasi edukatif berupa kota mini tempat anak-anak bermain peran (role-play) meniru berbagai profesi orang dewasa, seperti pemadam kebakaran.
Penggunaan istilah tersebut dinilai tidak pantas, mengingat Karhutla merupakan bencana alam serius yang menimbulkan kerugian ekologis, kesehatan, serta penderitaan bagi masyarakat setempat. Tindakan tersebut memicu gelombang kritik yang menuding ibu satu anak itu tidak memiliki empati terhadap situasi krisis.
Sejumlah figur publik turut meluapkan kekecewaan mereka di kolom komentar. Seniman dan kreator konten Erika Richardo menuliskan kritik tajam terhadap unggahan tersebut.
"Bisa-bisanya karhutla caption-nya becanda. Sakit ya? Enggak ngerti ada manusia begini," tulis @erikarichardo.
Kritik serupa juga dilontarkan oleh penulis skenario Jenny Jusuf, yang menyayangkan minimnya sensitivitas dalam pembuatan konten di tengah bencana.
"Ricis, kata gue mah lo ke psikiater. Enggak ada orang sehat mental yang nyamain karhutla dengan kidzania. Minta obat sekalian, buat hidupin lagi nurani yang terlanjur mati," tulis jennyjusuf.
Warganet lainnya turut mengecam tindakan tersebut, menilai bahwa aksi kemanusiaan yang dilakukan kehilangan esensinya akibat penyertaan candaan yang tidak tepat tempat. Hingga berita ini diturunkan, pihak Ria Ricis belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik takarir unggahan tersebut.
"Nirempati bgt captionnya bencana kyk gtu dibilang KIDZANIA 202 klo uda ngasih bantuan jgn semena mena bikin jokes bencananya," timpal netter lainnya.
Petugas memeriksa kelengkapan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM) pengendara dalam razia Operasi Patuh Semeru 2026 di Jalan Raya Rejoagung, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa, 3 November 2026. Selama tujuh hari pelaksanaan (Antara)