Xi Jinping dan Putin Tegaskan Kembali Kemitraan Strategis China-Rusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 07:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjalan bersama Presiden China Xi Jinping saat upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing, China (20/5/2026). (ANTARA FOTO/REUTERS/Maxim Shemetov/Pool/agr) Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjalan bersama Presiden China Xi Jinping saat upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing, China (20/5/2026). (ANTARA FOTO/REUTERS/Maxim Shemetov/Pool/agr) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan pentingnya hubungan strategis kedua negara di tengah kondisi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu. Pertemuan bilateral keduanya digelar di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgistan.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 2 September 2026, pertemuan tersebut menjadi pertemuan langsung pertama Xi dan Putin sejak Mei 2026. Keduanya membahas perkembangan hubungan Beijing dan Moskwa serta berbagai dinamika internasional yang tengah berlangsung.

Xi mengaku senang dapat kembali bertemu dengan Putin. Ia menilai hubungan kedua negara terus menunjukkan perkembangan positif dan semakin kuat meskipun situasi global menghadapi berbagai ketidakpastian.

"Prospek hubungan antara Beijing dan Moskwa ke depan bahkan jauh lebih cerah, walaupun jumlah ketidakpastian dan ketidakberaturan dalam tatanan internasional jelas meningkat," ujar Xi kepada Putin pada Senin.

Baca Juga: Trump dan Xi Jinping Akan Bahas Dominasi AI dalam Pertemuan di Washington

Xi juga menekankan perlunya mempertahankan dan memperkuat kerja sama bilateral menghadapi perubahan situasi dunia.

Putin menyambut pernyataan tersebut dengan menilai hubungan Rusia dan China terus berkembang secara positif. Ia menyebut kerja sama kedua negara telah menunjukkan kemajuan di berbagai bidang.

"Kerja sama berkembang dengan sukses di semua lini," kata Putin.

Fokus pada Kerja Sama Ekonomi

Meski pertemuan berlangsung ketika berbagai konflik global masih memanas, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pembicaraan Xi dan Putin lebih banyak diarahkan pada hubungan ekonomi kedua negara.

Menurut Peskov kepada media Rusia, isu mengenai perang di Ukraina hanya disinggung secara singkat dalam pertemuan tersebut.

Hubungan ekonomi Rusia dengan China semakin penting bagi Moskwa setelah negara-negara Barat menjatuhkan berbagai sanksi sebagai respons terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Kondisi tersebut membuat Rusia semakin bergantung pada China dalam sejumlah sektor.

Negara-negara Barat pun terus mendorong Beijing agar menggunakan pengaruhnya untuk membujuk Moskwa menghentikan perang. Namun, pemerintah China berulang kali membantah memberikan dukungan material terhadap agresi Rusia di Ukraina.

KTT SCO Dihadiri Sejumlah Pemimpin Negara

Presiden China Xi Jinping melangsungkan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) 2026 di Bishkek, Kirgizstan, pada 31 Agustus 20 <b>(Antara)</b> Presiden China Xi Jinping melangsungkan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) 2026 di Bishkek, Kirgizstan, pada 31 Agustus 20 (Antara)

KTT SCO yang berlangsung selama dua hari di ibu kota Kirgistan tersebut sekaligus memperingati 25 tahun berdirinya organisasi yang bergerak di bidang keamanan dan ekonomi regional itu.

Sesi pleno KTT dipimpin Presiden Kirgistan Sadyr Japarov. Selain Xi dan Putin, lebih dari selusin kepala negara turut menghadiri pertemuan tersebut.

Sejumlah pemimpin yang hadir di antaranya Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan juga hadir dalam kapasitas sebagai mitra dialog.

Saat ini SCO terdiri dari 10 negara anggota, 15 mitra dialog, serta dua negara pengamat, yakni Afghanistan dan Mongolia.

Organisasi tersebut mengklaim mewakili sekitar 40 persen populasi dunia dan seperempat produk domestik bruto (PDB) global. Meski demikian, negara-negara yang tergabung di dalamnya memiliki kepentingan serta pandangan yang beragam terhadap sejumlah persoalan internasional.

Di sela-sela KTT, Putin juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Modi. Keduanya bahkan terlihat menggunakan kendaraan yang sama ketika menuju lokasi pembicaraan.

Dalam pertemuan tersebut, Modi menyatakan kesiapan India untuk ikut berkontribusi dalam upaya mengakhiri konflik Ukraina.

Putin merespons dengan mengatakan bahwa Rusia sedang menempuh proses menuju penyelesaian konflik tersebut, meskipun ia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai langkah yang dimaksud.

Sementara itu, upaya perundingan damai yang sebelumnya dimediasi Amerika Serikat masih menghadapi kebuntuan. Laporan pekan sebelumnya menyebut Direktur CIA John Ratcliffe telah melakukan kunjungan ke Moskwa untuk mengadakan pembicaraan.

Putin Bertemu Presiden Iran

Selain Modi, Putin juga dijadwalkan melakukan pertemuan terpisah dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Rusia dan Iran, yang sama-sama menghadapi sanksi internasional dalam jumlah besar, dalam beberapa tahun terakhir semakin mempererat kerja sama di bidang militer dan ekonomi.

Iran diketahui memasok drone yang digunakan Rusia dalam perang di Ukraina. Hubungan tersebut kemudian menjadi perhatian Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan Rusia dan China agar tidak memberikan persenjataan kepada Iran.

Media Amerika Serikat juga berspekulasi bahwa kunjungan Ratcliffe ke Moskwa tidak hanya membahas Ukraina, tetapi turut membawa pesan agar Rusia menahan diri untuk tidak memasok senjata kepada Teheran.

HIGHLIGHT

x|close