Ntvnews.id, Jakarta - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) resmi memperkuat jaringan dan memperluas ekspansi bisnis di Tiongkok dengan membentuk empat Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN), yakni Chapter Guangzhou, Beijing, Shenzhen, dan Shanghai.
Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian, mengatakan bahwa pembentukan empat cabang baru di Tiongkok ini merupakan langkah strategis untuk membuka lebar peluang bisnis serta kerja sama bagi para pelaku industri kreatif tanah air.
“Pembentukan empat chapter di Tiongkok sebagai salah satu langkah untuk membuka peluang bisnis dan kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Kawendra di Jakarta, Senin, 1 November 2026.
Ia menilai, industri kreatif di Tiongkok saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, salah satunya tercermin dari fenomena drama China (dracin) atau drama vertikal yang kini digandrungi di berbagai negara Asia. Menurutnya, kesuksesan tersebut membuktikan besarnya potensi ekonomi dari sektor berbasis kreativitas dan kebudayaan.
“Indonesia juga memiliki kekayaan cerita, budaya, dan talenta yang tidak kalah besar," tambahnya.
Melalui kepengurusan yang baru, Kawendra berharap para perwakilan dapat menjalankan peran strategis dalam menjembatani pelaku kreatif Indonesia dengan berbagai peluang di pasar Tiongkok, mulai dari promosi produk, perluasan jejaring bisnis, hingga kemitraan industri.
Pemilihan keempat kota tersebut didasari oleh pertimbangan karakteristik ekonomi yang spesifik dan strategis. Guangzhou dikenal sebagai pusat perdagangan dan manufaktur, Beijing sebagai pusat pemerintahan serta kebijakan, Shenzhen sebagai episentrum teknologi dan inovasi, serta Shanghai yang berperan sebagai pusat bisnis dan keuangan internasional.
Keberadaan empat cabang ini diharapkan mampu memfasilitasi kerja sama yang lebih terarah, mulai dari pengembangan produk kreatif, perdagangan, teknologi, industri digital, hingga investasi dan promosi budaya.
Langkah ekspansi ini turut mendapat dukungan penuh dari perwakilan diplomatik Indonesia. Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menggarisbawahi bahwa diplomasi ekonomi memegang peranan krusial dalam membuka akses dan memperluas kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia di pasar Tiongkok.
Baca Juga: Gekrafs Dorong Ekonomi Daerah Lewat Hekrafnas 2026, Libatkan 10 Ribu Peserta dan 680 UMKM
“Terutama melalui pertukaran budaya, promosi produk unggulan, investasi, dan kemitraan antarpelaku usaha," ungkap Djauhari.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar memandang penguatan jaringan internasional seperti yang diinisiasi Gekrafs sebagai katalisator penting agar talenta dan produk kreatif Indonesia bisa naik kelas serta memiliki daya saing global. Ia menegaskan bahwa kiprah industri kreatif nasional tidak boleh hanya berpuas diri di pasar domestik, melainkan harus berani menembus pasar internasional.
“Kehadiran jaringan Gekrafs di Tiongkok dapat menjadi salah satu penghubung strategis agar talenta, karya, dan produk kreatif Indonesia mendapatkan kesempatan lebih luas untuk berkembang," kata Irene.
Rangkaian pelantikan DPLN Gekrafs Tiongkok sendiri telah dilangsungkan di KBRI Beijing pada Jumat (30/10) lalu, di mana Aditya Pradewo secara resmi dilantik sebagai Ketua Gekrafs DPLN Tiongkok. Acara tersebut juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra strategis guna memperkokoh kolaborasi antarpelaku usaha kedua negara, serta peluncuran Maskot DPLN Gekrafs Tiongkok sebagai simbol penguatan identitas organisasi di kancah internasional.
(Sumber: Antara)
DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) melantik empat chapter Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Tiongkok di KBRI Tiongkok Jumat (30/10) (Antara)