Ntvnews.id, Jakarta - Laporan intelijen Amerika Serikat mengungkap dugaan bahwa China tengah mempersiapkan pengiriman sistem pertahanan udara ke Iran dalam waktu dekat. Informasi tersebut bersumber dari pihak yang mengetahui isi laporan intelijen tersebut
Mengutip laporan CNN, isu ini mencuat di tengah kondisi gencatan senjata yang masih rentan antara Iran dan Amerika Serikat. Situasi ini juga bertepatan dengan rencana pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Beijing dalam waktu dekat.
Menurut sumber tersebut, pengiriman senjata diduga dilakukan melalui negara perantara untuk menyamarkan asalnya. Sistem yang disebut akan dikirim adalah MANPADS, yakni rudal anti-pesawat portabel yang sebelumnya dinilai menjadi ancaman signifikan bagi pesawat militer AS selama konflik yang berlangsung lima pekan.
Analisis intelijen juga menunjukkan bahwa Iran kemungkinan memanfaatkan masa jeda konflik untuk memperkuat kembali arsenal militernya, dengan dukungan dari mitra luar negeri.
Namun, pemerintah China secara tegas membantah tudingan tersebut.
“Tiongkok tidak pernah memberikan senjata kepada pihak mana pun yang berkonflik, informasi yang dimaksud tidak benar,” kata juru bicara Kedutaan Besar China di Washington.
Baca Juga: Perundingan AS–Iran Buntu, JD Vance Tinggalkan Meja Negosiasi
Pihak China menegaskan bahwa sebagai negara besar, mereka konsisten menjalankan kewajiban internasional.
"Kami mendesak pihak AS untuk menahan diri dari membuat tuduhan tanpa dasar, menghubungkan berbagai hal secara jahat, dan terlibat dalam sensasionalisme. Kami berharap pihak-pihak terkait akan berbuat lebih banyak untuk membantu meredakan ketegangan.”
Sebelumnya, Beijing juga mengklaim memiliki peran dalam mendorong tercapainya gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Jika benar terjadi, pengiriman MANPADS tersebut akan menjadi indikasi meningkatnya dukungan China terhadap Iran, terutama sejak operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu. Selama ini, perusahaan-perusahaan China diketahui lebih banyak memasok teknologi dual-use, sehingga transfer langsung sistem persenjataan oleh negara akan menandai eskalasi baru.
Sumber yang sama juga menilai bahwa China berupaya menjaga hubungan strategis dengan Iran sebagai mitra penting dalam pasokan energi, sambil tetap menghindari keterlibatan langsung dalam konflik dan mempertahankan citra netral di tingkat global.
Petugas kedaruratan bekerja di gedung yang terkena rudal Iran di Haifa, Israel, Senin (6/4/2026) (Antara)