Ntvnews.id, Moskow - Para menteri luar negeri dari negara-negara Uni Eropa menggelar pertemuan di Brussels pada Senin untuk membahas perkembangan situasi di Timur Tengah serta langkah-langkah menjaga jalur pelayaran strategis Selat Hormuz agar tetap terbuka bagi perdagangan global.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa yang membahas dampak konflik kawasan terhadap stabilitas internasional.
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas mengatakan pembahasan mencakup berbagai isu terkait konflik Timur Tengah serta pengaruhnya terhadap kawasan lain.
Baca Juga: Uni Eropa Tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris
"Kami akan membahas soal Timur Tengah, semua yang terjadi di Timur Tengah yang juga berdampak pada Ukraina, mitra lainnya, dan topik utamanya adalah bagaimana menjaga Selat Hormuz tetap terbuka," kata Kallas menjelang Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa di Brussels.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer milik Amerika Serikat di Timur Tengah.
Baca Juga: Uni Eropa Serukan Seluruh Pihak Kendalikan Diri soal Situasi Iran dan Timur Tengah
Eskalasi konflik yang melibatkan Iran tersebut memicu gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur laut ini merupakan salah satu rute paling vital bagi distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara di kawasan Teluk Persia menuju pasar global.
Situasi tersebut dilaporkan menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz yang berdampak pada arus ekspor serta produksi minyak dari negara-negara di kawasan tersebut, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
(Sumber: Antara)
Kebakaran terjadi di sebuah kapal kargo Thailand setelah dihantam di Selat Hormuz, Rabu (11/3/2026). ANTARA/Xinhua/HO-Angkatan Laut Kerajaan Thailand/aa. (Antara)