Trump Minta 7 Negara Kawal Kapal di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 18:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapal patroli Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua) Kapal patroli Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id,

Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya telah meminta sekitar tujuh negara untuk bergabung dalam koalisi yang bertugas mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz di kawasan Iran.

Trump tidak merinci negara-negara yang dimaksud, namun ia menyebut negara tersebut sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah.

Menurutnya, pengamanan jalur pelayaran itu penting karena Selat Hormuz menjadi rute utama bagi sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia.

"Saya meminta negara-negara tersebut untuk bergabung dan melindungi karena itu adalah wilayah mereka sendiri," ujar Trump kepada awak media di dalam pesawat Air Force One, merujuk pada selat tersebut.

Dalam wawancara dengan The Financial Times pada Minggu, Trump juga menyatakan bahwa negara-negara anggota NATO seharusnya mengirimkan kapal perang untuk membantu menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Baca Juga: Amerika Serikat Siapkan Koalisi Internasional untuk Kawal Kapal di Selat Hormuz

"Jika tidak ada tanggapan atau jika tanggapannya negatif, saya kira itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO," tutur dia kepada surat kabar Inggris tersebut.

Sebelumnya, laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Gedung Putih berencana mengumumkan pembentukan koalisi multinasional untuk pengamanan Selat Hormuz paling cepat dalam pekan ini, dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat.

Namun, secara terbuka banyak pemerintah negara lain masih enggan berkomitmen terhadap misi tersebut sebelum konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran berakhir, mengingat berbagai risiko yang dapat muncul.

Trump sebelumnya juga menulis melalui akun Truth Social bahwa banyak negara, terutama yang terdampak kemungkinan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, akan mengirimkan kapal perang untuk mengamankan jalur perdagangan minyak tersebut.

Baca Juga: Trump Ancam Masa Depan NATO, Desak Sekutu Turun Tangan di Selat Hormuz

Sementara itu, dalam pesan pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei menyerukan agar penutupan Selat Hormuz dilanjutkan serta berjanji akan membuka front baru dalam konflik negaranya dengan Amerika Serikat dan Israel.

Konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 lalu.

Ketegangan tersebut berdampak pada pelayaran global, memicu kenaikan harga minyak, serta mengguncang perekonomian dunia.

(Sumber: Antara)

x|close