Cegah Balap Liar, DPR Minta Polisi Intesif Patroli

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mar 2026, 05:00
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ahmad Sahroni saat menghadiri sidang MKD DPR. Ahmad Sahroni saat menghadiri sidang MKD DPR. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta Polda Metro Jaya untuk mengintensifkan patroli dan razia. Ini dilakukan guna mencegah balapan liar di seluruh wilayah Jakarta, khususnya di akhir bulan Ramadan.

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, patroli rutin itu penting guna menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengeluhkan maraknya balapan liar serta konvoi motor menggunakan knalpot brong.

"Saya minta Polda Metro Jaya menginstruksikan seluruh Polres di Jakarta agar lebih rutin menggelar patroli dan razia di malam terakhir Ramadhan ini," ujar Sahroni, Senin, 16 Maret 2026.

Permintaan itu juga berdasarkan hasil razia dan patroli yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya pada Minggu, 15 Maret 2026, di mana petugas patroli menjaring sejumlah remaja yang melakukan konvoi sepeda motor sambil menyalakan petasan di jalan raya yang mengganggu ketertiban umum.

Dalam operasi tersebut, petugas menyita puluhan petasan serta atribut bendera yang dibawa para pelaku konvoi dan balapan liar. Penindakan itu dilakukan di beberapa titik strategis sekaligus di Jakarta.

Karenanya, Sahroni meminta seluruh jajaran Polres yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk meningkatkan patroli dan razia pada malam akhir Ramadhan.

"Laporan dari masyarakat makin banyak soal balapan liar, konvoi motor sampai knalpot berisik yang sangat meresahkan. Kasihan juga masyarakat dan rumah ibadah, seperti masjid, yang berada persis di pinggir jalan. Jadi enggak bisa khusyuk ibadah malamnya," papar dia.

Sahroni berpandangan, kondisi itu perlu segera ditertibkan karena selain membahayakan keselamatan, aktivitas tersebut juga mengganggu ketertiban masyarakat, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan di saat banyak warga menjalankan ibadah malam.

"Apalagi kita sedang masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, di mana banyak umat Muslim menjalankan ibadah malam," jelas dia.

Apabila jalanan dipakai untuk trek-trek-an atau konvoi sambil menyalakan petasan, kata dia tentunya hal itu sangat mengganggu dan juga membahayakan.

"Jadi, menurut saya polisi perlu lebih tegas menertibkan, karena aksi seperti ini jelas lebih banyak mudaratnya," tandasnya.

x|close