Ini Kata Polisi soal Profesi Penyiram Air Keras Aktivis KontraS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 17:15
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Konferensi pers Polda Metro Jaya terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Konferensi pers Polda Metro Jaya terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus hari ini. Sejumlah hal diungkap polisi dalam kesempatan itu.

Polda Metro juga sempat menjawab pertanyaan wartawan mengenai profesi pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang tersebut.

Lantas, apa jawaban polisi?

"Saya kira nanti kalau kami sudah fix menemukan seluruh alat bukti yang mengarah pada perbuatan seseorang sehingga seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka, nanti kami juga akan menginformasikan," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Sejauh ini diperkirakan empat orang pelaku yang terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Andrie. Mereka menumpang dua sepeda motor.

Ini diketahui berdasarkan rekaman CCTV yang polisi dapat. Total, rekaman dari 86 kamera CCTV telah diamankan polisi guna mengungkap kasus tersebut.

Menurut polisi, berdasarkan hasil rekaman CCTV, para pelaku terlihat tenang sebelum kejadian. Ini disampaikan polisi, kala merespons pertanyaan awak media apakah para pelaku terlihat terlatih.

"Kemudian apakah jaringannya sudah terlatih? Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku ini memang memiliki ketenangan dalam melakukan perjalanan dari satu titik ke titik yang lain, pada saat menjelang kejadian," tutur Iman.

Walau begitu, usai penyiraman perilaku para pelaku lebih gelisah dibanding sebelum kejadian. Ini diketahui polisi, juga berdasarkan hasil rekaman CCTV.

"Kemudian pasca kejadian mereka dengan dua motor ini masing-masing dengan kecepatan atau perilaku yang lebih dari yang sebelumnya," tuturnya.

Para pelaku disebut polisi berasal dari wilayah Jakarta Selatan. Mereka lalu berkumpul dan selanjutnya bergerak, dari depan Stasiun Gambir.

Mereka lalu melakukan penguntitan, hingga akhirnya melakukan penyiraman air keras ke korban di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026 malam.

Usai kejadian, dua motor pelaku berpencar ke arah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Para pelaku selanjutnya kabur ke kawasan Kalibata, Ragunan hingga Bogor.

Polisi belum melakukan penangkapan terhadap pelaku. Penangkapan baru akan dilakukan, usai polisi memiliki bukti kuat yang berdasarkan scientific crime investigation atau pengungkapan tindak kejahatan secara ilmiah. Polisi berjanji akan menyampaikan perkembangan selanjutnya satu hingga dua hari ke depan.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis, 12 Maret 2026 malam. Akibatnya ia mengalami luka bakar pada tubuhnya hingga 24 persen.

Penyiraman air keras terjadi usai Andrie rekaman di podcast terkait militerisme yang digelar di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat.

x|close