Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus hari ini. Sejumlah hal diungkapkan dalam kesempatan itu.
Salah satunya ialah pelaku yang disebut tenang saat beraksi. Hal tersebut terungkap, saat awak media bertanya apakah pelaku yang sejauh ini diketahui berjumlah empat orang itu, merupakan orang-orang terlatih.
"Kemudian apakah jaringannya sudah terlatih? Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku ini memang memiliki ketenangan dalam melakukan perjalanan dari satu titik ke titik yang lain, pada saat menjelang kejadian," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 16 Maret 2026.
Walau begitu, usai penyiraman perilaku para pelaku lebih gelisah dibanding sebelum kejadian. Ini diketahui polisi, juga berdasarkan hasil rekaman CCTV.
"Kemudian pasca kejadian mereka dengan dua motor ini masing-masing dengan kecepatan atau perilaku yang lebih dari yang sebelumnya," tuturnya.
Total 86 CCTV yang rekamannya diambil oleh polisi guna mengungkap kasus ini. CCTV tersebut menampilkan perjalanan korban maupun para pelaku sejak awal.
Pelaku sendiri berjumlah empat orang yang menumpang dua sepeda motor. Para pelaku disebut polisi bergerak awalnya dari sekitar Stasiun Gambir.
Usai kejadian, dua motor pelaku berpencar ke arah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Para pelaku lalu kabur ke kawasan Kalibata, Ragunan hingga Bogor.
Polisi belum melakukan penangkapan terhadap pelaku. Penangkapan baru akan dilakukan, usai polisi memiliki bukti kuat yang berdasarkan scientific crime investigation atau pengungkapan tindak kejahatan secara ilmiah. Polisi berjanji akan menyampaikan perkembangan selanjutnya satu hingga dua hari ke depan.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis, 12 Maret 2026 malam. Akibatnya ia mengalami luka bakar pada tubuhnya hingga 24 persen.
Penyiraman air keras terjadi usai Andrie rekaman di podcast terkait militerisme yang digelar di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat.
Konferensi pers Polda Metro Jaya terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. (NTVNews.id)