Ntvnews.id, Jakarta - Polisi telah mengetahui lokasi melarikan diri empat pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Para pelaku kabur ke wilayah yang berbeda-beda, usai kejadian. Ini hasil pengamatan terhadap rekaman CCTV yang kini telah polisi amankan.
Total 88 CCTV yang rekamannya telah polisi amankan.
"Pasca kejadian juga tim kami melakukan penelusuran terhadap para terduga pelaku melakukan pelarian ke arah yang berbeda dari dua tim," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, dalam konferensi pers, Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Empat pelaku menumpang dua motor. Usai penyiraman air keras, dua motor kabur ke arah yang masing-masing berbeda.
Satu di antaranya langsung kabur dari lokasi kejadian dengan melawan arus di Jalan Salemba Raya menuju Senen. Lalu, dari Senen langsung bergerak ke Jalan Kramat Raya dan menuju ke Tugu Tani.
"Dan dari Tugu Tani selanjutnya bergerak ke arah Stasiun Gondangdia. Nah, dari Gondangdia ini menuju wilayah Jakarta Selatan," tuturnya.
Sementara untuk satu motor lainnya, dari lokasi kejadian mereka langsung kabur menuju ke Jalan Pramuka Sari 2 menuju ke Matraman.
"Dan dari Matraman termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara, selanjutnya ke Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur," papar Iman.
Iman mengungkapkan, salah satu pelaku terlihat sempat mengganti pakaian di tengah upaya pelarian tersebut.
"Dari rekaman CCTV tersebut yang kami padukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi, setelah kejadian salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya. Dan hasil analisa alat komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan dan wilayah Bogor," tandasnya.
Konferensi pers Polda Metro Jaya terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. (NTVNews.id)