Ntvnews.id, Jakarta - Satu orang dilaporkan tewas dalam acara tracking wisata di Curug Cisadane. Jasad belum ditemukan.
Kronologis kejadian, Perjalanan tracking wisata pada 1 Mei 2026 di kawasan Curug Cisadane berubah menjadi situasi darurat setelah cuaca memburuk secara tiba-tiba. Rombongan diketahui berangkat sejak pagi hari dan sempat mengalami hujan ringan di perjalanan sebelum tiba di lokasi sekitar siang hari. Setelah beraktivitas seperti makan dan berfoto, mereka memutuskan kembali tanpa adanya indikasi awal terkait potensi peningkatan debit air di kawasan tersebut.
Kondisi mulai berbahaya saat perjalanan pulang, ketika hujan deras mengguyur area dan menyebabkan jalur tracking menjadi licin serta rawan longsor. Selain itu, debit air sungai meningkat signifikan dalam waktu singkat, mengakibatkan arus menjadi deras. Rombongan harus melintasi sekitar 12 aliran sungai, dengan beberapa titik penyeberangan memiliki lebar dan arus yang cukup kuat sehingga meningkatkan risiko keselamatan.
View this post on Instagram
Insiden sempat terjadi di salah satu penyeberangan awal, ketika beberapa orang dilaporkan terbawa arus. Beruntung, seluruh anggota rombongan pada titik tersebut berhasil diselamatkan dan melanjutkan perjalanan. Namun, melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, keterbatasan perlengkapan seperti jas hujan dan penerangan, serta kondisi fisik yang menurun akibat kelelahan dan kedinginan, situasi menjadi semakin kritis bagi para pengunjung.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kejadian ini diperparah oleh lonjakan jumlah pengunjung yang melebihi kapasitas. Dari batas maksimal yang diinformasikan sekitar 150 orang, jumlah pengunjung disebut mencapai kurang lebih 200 orang, dengan sebagian melakukan tracking tanpa didampingi pemandu. Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan satu orang meninggal dunia akibat terseret arus.
Informasi dan video diunggah akun info depok.
satu orang tewas di curug cisadane (IG INFO DEPOK)