Ntvnews.id, Paris -Sebuah perahu kecil yang mengangkut para migran menuju Inggris dilaporkan kandas di pesisir utara Prancis. Insiden tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 16 lainnya mengalami luka-luka, menurut otoritas setempat.
Dilansir dari The New Arab, Senin, 4 Mei 2026, perahu yang membawa 82 penumpang itu berangkat pada malam hari dari Pantai Hardelot, dekat Boulogne-sur-Mer. Namun di tengah perjalanan kapal mengalami kerusakan mesin hingga akhirnya hanyut.
Sekretaris Jenderal Prefektur Pas-de-Calais, Christophe Marx, mengatakan kapal patroli maritim Prancis berhasil mengevakuasi 17 orang. Sementara 65 penumpang lainnya tetap berada di kapal sampai akhirnya perahu tersebut kandas.
Dua perempuan ditemukan meninggal dunia. Keduanya diduga tewas akibat sesak napas atau terhimpit di dalam kapal yang kelebihan muatan. Para korban diyakini berusia sekitar 20 tahun dan berasal dari Sudan.
Selain itu, tiga korban lainnya dilaporkan berada dalam kondisi kritis karena mengalami luka bakar serius. Luka tersebut diduga dipicu campuran bahan bakar yang berada di dasar kapal. Otoritas kini masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut.
Baca Juga: Kementerian P2MI Gagalkan Keberangkatan 51 Calon Pekerja Migran Nonprosedural ke Malaysia
Peristiwa ini menjadi insiden fatal ketiga dalam kurun lebih dari satu bulan terakhir yang berkaitan dengan upaya migran menyeberangi Selat Inggris menuju Inggris.
Padahal, Inggris dan Prancis sebelumnya telah menyepakati kerja sama baru untuk memperketat patroli serta pengawasan di kawasan perbatasan. Meski demikian, jalur penyeberangan tersebut masih dianggap sebagai salah satu rute migrasi paling berbahaya di Eropa.
Sepanjang tahun ini, lebih dari 6.000 migran dilaporkan berhasil mencapai Inggris melalui jalur tersebut. Sementara kelompok bantuan migran Utopia 56 mencatat sedikitnya 172 orang meninggal dunia di perbatasan Prancis-Inggris selama tiga tahun terakhir.
Ilustrasi - Imigran ilegal di Eropa. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)