Ntvnews.id, Jakarta - Kematian seorang prajurit Prancis di Lebanon memicu tudingan keras dari Presiden Emmanuel Macron yang secara langsung menunjuk kelompok Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab. Insiden ini menambah ketegangan di tengah situasi keamanan yang sudah rapuh di kawasan tersebut.
Prajurit yang gugur adalah Kopral Kepala Anicet Girardin. Ia mengalami luka serius dalam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian pada 18 April, sebelum akhirnya meninggal dunia setelah dipulangkan ke Prancis pada Selasa (21/4). Girardin merupakan bagian dari misi UNIFIL.
Ini bukan korban pertama dari pihak Prancis dalam insiden tersebut. Sebelumnya, satu tentara lainnya tewas di lokasi saat menjalankan tugas pembersihan jalan di wilayah Lebanon selatan. Kedua korban merupakan bagian dari operasi penjaga perdamaian yang bertugas menjaga stabilitas di kawasan perbatasan.
Baca Juga: WNA Asal Inggris Tewas di Kamar Mandi Ruang Detensi Imigrasi Depok
Pihak UNIFIL dalam penilaian awalnya menyebutkan bahwa tembakan berasal dari aktor nonnegara yang diduga merupakan Hizbullah. Misi PBB itu juga telah membuka penyelidikan atas kejadian yang dikategorikan sebagai serangan disengaja.
Di sisi lain, Hizbullah membantah keterlibatan mereka. Kelompok tersebut mengaku terkejut atas tuduhan yang dinilai tidak berdasar dan dianggap terlalu cepat diarahkan kepada mereka.
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam memastikan bahwa proses investigasi tengah berjalan. Ia menegaskan komitmennya untuk mengungkap pelaku di balik serangan tersebut.
"Saya telah menginstruksikan kepolisian untuk melakukan seluruh penyelidikan yang diperlukan guna mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab dan membawa mereka ke pengadilan," kata Salam dikutip dari Reuters, Kamis (23/4).
Baca Juga: Puluhan Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Ada Apa?
Prancis sendiri memiliki hubungan historis yang erat dengan Lebanon dan saat ini menempatkan sekitar 700 personel militer dalam misi UNIFIL. Kehadiran ini merupakan bagian dari kontribusi Paris dalam menjaga stabilitas kawasan.
Insiden terbaru ini juga memperpanjang daftar korban dari pihak Prancis di Timur Tengah. Sejak meningkatnya eskalasi konflik menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, total tiga tentara Prancis dilaporkan tewas di kawasan tersebut.
Sebelumnya, satu tentara Prancis juga gugur di Irak utara akibat serangan pesawat nirawak yang menargetkan pangkalan gabungan Prancis-Kurdi. Secara keseluruhan, sejak 1978, lebih dari 160 tentara Prancis telah kehilangan nyawa dalam penugasan di Lebanon.
Arsip - Personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL TA 2024 bersiap mengikuti upacara penyambutan di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025). Sebanyak 1.087 personel Satgas TNI Kontingen Garuda telah kembali ke Tanah Air (Antara)