Ntvnews.id, Moskow - Otoritas di Rusia dilaporkan menahan sedikitnya 40 warga Israel di Bandara Domodedovo, Moskow. Para pelancong tersebut disebut menjalani pemeriksaan panjang selama berjam-jam, termasuk interogasi dan penggeledahan ponsel oleh aparat setempat. Peristiwa ini terjadi di tengah konflik antara Israel dan Iran, yang dikenal sebagai sekutu Rusia.
Mengutip laporan media oposisi Rusia, Mediazona, Kakis, 23 April 2026, sekitar 40 warga Israel termasuk beberapa pemegang kewarganegaraan ganda ditahan hingga lima jam dalam "kondisi keras". Di antara mereka juga terdapat anak-anak.
Dalam laporannya, Mediazona menyebut para warga tersebut tidak mendapatkan makanan maupun air, sementara ponsel mereka disita dan diperiksa oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB). Aparat juga disebut mengajukan pertanyaan terkait konflik Israel dan Iran.
Salah satu warga Israel yang sempat ditahan mengungkapkan bahwa petugas bersikap kasar dan menyampaikan pesan bernuansa politik. Salah satu pesan itu berbunyi: "Iran merupakan sekutu strategis Rusia, dan musuh Teheran sudah pasti musuh Moskow."
Baca Juga: Jelang May Day, Polda Metro Gelar Dialog dengan Buruh
Selain itu, para petugas disebut menyampaikan bahwa kunjungan warga Israel ke Moskow "tidak diinginkan". Setelah beberapa jam, mereka akhirnya dibebaskan dengan syarat menandatangani dokumen "peringatan", meskipun isi dokumen tersebut tidak dijelaskan.
Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi kejadian ini pada Senin, 20 April 2026, dengan menyatakan bahwa sekitar 40 warganya ditahan saat pemeriksaan paspor di Bandara Domodedovo. Pihak Tel Aviv juga telah mengeluarkan imbauan perjalanan yang menyarankan warganya untuk tidak berkunjung ke Rusia.
Menanggapi laporan tersebut, Duta Besar Rusia untuk Israel, Anatoly Viktorov, membantah tudingan yang beredar di media.
"Saya secara tegas menolak pernyataan kertas karbon yang beredar di media tentang 'penahanan' dan 'interogasi' warga-warga Israel, tentang penolakan akses mereka ke toilet, dan tentang pertanyaan-pertanyaan yang diduga bermotif politik dari petugas perbatasan Rusia," tegasnya.
Viktorov juga menyatakan bahwa prosedur yang dilakukan Rusia tidak sebanding dengan pemeriksaan yang diterapkan oleh otoritas Israel di Bandara Ben Gurion, baik saat kedatangan maupun keberangkatan.
Lebih lanjut, ia menegaskan kesiapan Rusia untuk melanjutkan dialog profesional dengan pihak Israel mengenai masalah perjalanan timbal-balik.
Bandara/ist