Ntvnews.id, Tel Aviv - Puluhan pemukim Israel dilaporkan memasuki kompleks Masjid Al Aqsa dengan pengawalan ketat militer Zionis pada Rabu, 22 April 2026 waktu setempat.
Pihak otoritas di Yerusalem menyatakan bahwa para pemukim tersebut memasuki area halaman masjid dan melaksanakan ritual Talmud yang dianggap provokatif di sekitar Bab al-Rahma serta Kubah Batu.
Kelompok-kelompok yang terkait dengan gerakan yang dikenal sebagai Bukit Bait Suci turut menyebarkan ajakan untuk menggerakkan para pemukim agar menyerbu lokasi tersebut dan mengibarkan bendera Israel di area halaman.
Baca Juga: Pangkogabwilhan III Nilai Masyarakat Papua Tak Mudah Terhasut Isu OPM
Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan peningkatan pengamanan oleh polisi Israel, termasuk pendirian pos pemeriksaan, penutupan sejumlah jalan, serta pembatasan akses bagi jamaah menuju Al Aqsa.
Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 23 April 2026, sejak awal April intensitas aksi penyerbuan oleh pemukim Israel terus bertambah. Para pemukim ilegal itu juga disebut sering menjalankan ritual di depan umum serta melakukan sujud kolektif di area halaman masjid.
Pada 12 April, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir juga memasuki Masjid Al Aqsa dan melaksanakan ritual Talmud bersama para pemukim ilegal.
Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon (RTE)