Kamera Drone Angkatan Laut Inggris Dilaporkan Kirim Data ke IP China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 11:35
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Inggris Ilustrasi - Inggris (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Kamera yang terpasang pada kendaraan permukaan nirawak (drone) milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris dilaporkan mengirimkan data ke alamat IP yang berada di China, menurut laporan surat kabar The Telegraph.

Perangkat tersebut merupakan drone K3 Scout yang dipasok oleh kontraktor pertahanan Inggris, Kraken Technology Group. Kamera yang digunakan pada drone itu berasal dari pihak ketiga yang sebelumnya memberikan jaminan mengenai keamanan perangkat.

The Telegraph melaporkan kamera pengawas pada drone tersebut memiliki sejumlah komponen yang dibuat di China.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, perangkat diketahui mengirimkan "sinyal kesehatan sistem" ke alamat IP di China. Data tersebut berisi informasi yang menunjukkan bahwa perangkat terhubung dengan jaringan dan beroperasi secara normal.

Baca Juga: Angkatan Laut Inggris Pimpin Operasi Koalisi Bebaskan Selat Hormuz,

Arsip foto - Asap mengepul setelah serangan drone Iran menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait, 1 April 2026. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Asap mengepul setelah serangan drone Iran menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait, 1 April 2026. (Antara)

Setelah temuan tersebut diketahui, Kementerian Pertahanan Inggris memutus koneksi perangkat dari internet. Meski demikian, juru bicara kementerian menyatakan hasil penyelidikan tidak menemukan bukti adanya data penting yang dikirim ke luar negeri.

The Telegraph juga melaporkan bahwa Angkatan Laut Inggris telah menggunakan perangkat tersebut sejak Maret 2026. Pemerintah Inggris bahkan memasukkannya dalam paket pertahanan yang tengah diusulkan untuk mendukung kebebasan navigasi di kawasan Selat Hormuz.

Sebelumnya, Kedutaan Besar China di London menyampaikan kepada RIA Novosti bahwa sejumlah pihak di Inggris terus berupaya memutarbalikkan fakta dan menciptakan apa yang disebut "kasus spionase" dengan tujuan mencemarkan nama baik China.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close