KPK Kembalikan Uang Rp 1,5 T Aset Hasil Korupsi ke Negara Sepanjang 2025

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 12:10
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ketua KPK Setyo Budiyanto saat rapat dengan Komisi III DPR. Ketua KPK Setyo Budiyanto saat rapat dengan Komisi III DPR. (YouTube TVR Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sebanyak Rp 1,53 triliun aset hasil korupsi dikembalikan ke negara selama kurun waktu tahun 2025. Hal ini diungkapkan Ketua KPK Setyo Budiyanto, saat rapat dengan Komisi III DPR RI hari ini.

"Pengembalian aset KPK terus berupaya meningkatkan pengembalian aset ke kas negara," ujar Setyo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Setyo menuturkan, selain pengembalian aset hasil korupsi, KPK juga berupaya untuk mengoptimalkan aset hasil tracing, uang pengganti, dan pengembalian barang sitaan, dan rampasan.

Sejumlah aset itu, menurutnya tak hanya diserahkan dalam bentuk uang tunai, melainkan juga status penggunaan hibah atas barang rampasan.

"Nilainya sebesar Rp 138 miliar, dihibahkan kepada beberapa kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," kata Setyo.

"Antara lain ada ke Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, LPSK, Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam, Pemkab Pasuruan, Pemkot Surabaya, dan Tomohon," sambungnya.

Baca Juga: KPK Gelar Lelang 176 Lot Barang Sitaan Hingga 9 Desember, Siap-siap!

Di samping itu, KPK kata dia turut berupaya mengembalikan aset nonkorupsi. Sepanjang 2025, KPK juga telah menertibkan aset pemerintah daerah melalui koordinasi dan supervisi.

Salah satunya dengan cara penertiban aset Waduk Cincin di kawasan Jakarta Utara hingga kebun binayang di Bandung.

"Melalui penyelamatan dan penertiban aset pemerintah daerah sepanjang 2025, KPK bersama pemerintah daerah telah menyelamatkan dan menertibkan aset senilai Rp 122,10 triliun dengan perincian antara lain untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum sebesar Rp 116,7 triliun dan penagihan tunggakan pajak sebesar Rp 5,41 triliun," tandasnya.

x|close