Beasiswa Patriot Bidik 1.100 Mahasiswa, Kementrans Siapkan SDM Sangat Unggul

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jan 2026, 10:47
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan keterangan dalam Konferensi Pers Pembukaan Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta, Minggu malam, 18 Januari 2026. ANTARA/Uyu Septiyati Liman. Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan keterangan dalam Konferensi Pers Pembukaan Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta, Minggu malam, 18 Januari 2026. ANTARA/Uyu Septiyati Liman. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membidik sebanyak 1.000 hingga 1.100 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi negeri nasional sebagai penerima Program Beasiswa Patriot yang direncanakan resmi diluncurkan untuk pertama kalinya pada bulan depan.

Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, program beasiswa tersebut menggandeng Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai mitra utama.

“Kami ingin betul-betul mencetak SDM (Sumber Daya Manusia) yang sangat unggul, bukan lagi SDM yang unggul, tetapi yang sangat unggul,” kata M Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Minggu malam, 18 Januari 2026.

Ia menjelaskan, hingga kini Kementrans masih mematangkan skema seleksi penerima Beasiswa Patriot bersama sejumlah pihak terkait. Dalam rancangan awal, calon penerima diwajibkan telah dinyatakan diterima di salah satu dari tujuh perguruan tinggi negeri mitra sebelum mengikuti tahapan seleksi lanjutan.

“Baru setelah itu ada tes pusatnya. Nah, tes pusatnya ini kami akan dalami secara psikologinya (dari masing-masing pendaftar),” ujarnya.

Baca Juga: Kementrans Matangkan Program Beasiswa Patriot Jelang Pemberangkatan di Pertengahan 2026

Tak hanya aspek akademik dan psikologis, proses seleksi juga akan menilai rencana jangka panjang para peserta. Peta jalan pendidikan serta arah karier yang disusun oleh calon penerima menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan kelulusan.

“Termasuk kami akan perhatikan roadmap-nya yang bersangkutan (calon peserta), juga path career-nya itu seperti apa ke depannya. Jadi, kami ingin mendapatkan sumber daya manusia yang betul-betul nanti bisa diharapkan ikut memberikan perubahan yang lebih baik (bagi masyarakat transmigran),” ucap Iftitah.

Para penerima Beasiswa Patriot nantinya akan menempuh pendidikan di tiga Kampus Patriot yang tengah dibangun oleh Kementrans, masing-masing berlokasi di Batam, Kepulauan Riau; Mamuju, Sulawesi Barat; serta Merauke, Papua Selatan. Penetapan ketiga lokasi tersebut didasarkan pada potensi ekonomi unggulan di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Prabowo Minta Beasiswa untuk Mahasiswa Diperbanyak, Termasuk KIP-K

Iftitah menguraikan, Batam memiliki keunggulan di sektor industri, perikanan, dan kelautan. Mamuju dinilai strategis untuk pengembangan industri logam tanah jarang atau rare-earth metals serta pertanian. Sementara itu, Merauke diproyeksikan sebagai pusat pengembangan pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.

Seiring target peluncuran yang kian dekat, Kementrans juga tengah mempercepat pembahasan teknis pelaksanaan program, mulai dari penentuan program studi, skema insentif, hingga persyaratan yang harus dipenuhi peserta.

“Nanti akan kami diskusikan lebih intens terkait dengan program studi, insentif, juga syarat-syarat yang harus dipenuhi, kemudian juga nanti langkah-langkah selanjutnya, yang pasti akan kami launching (luncurkan) pada bulan depan, Insyaallah,” imbuhnya.

(Sumber: Antara) 

x|close