Paus Leo XIV Tegaskan Hak Warga Palestina untuk Jalani Kehidupan yang Damai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jan 2026, 08:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Paus Leo XIV Paus Leo XIV (Instagram)

Ntvnews.id, Vatikan - Paus Leo XIV menegaskan bahwa warga sipil Palestina berhak menjalani kehidupan yang damai di tanah mereka sendiri, baik di Tepi Barat maupun Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, Paus kembali menekankan komitmen Takhta Suci terhadap penerapan solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian.

Dilansir dari WAFA–OANA, Minggu, 11 Januari 2026, pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan tahunan dengan para diplomat yang terakreditasi di Vatikan, yang digelar untuk saling menyampaikan ucapan Tahun Baru.

Dalam forum itu, Paus menyoroti bahwa penderitaan kemanusiaan warga sipil masih terus berlangsung, meskipun gencatan senjata telah diumumkan pada Oktober lalu, sehingga semakin menambah beban kesulitan yang telah mereka tanggung.

Paus menyampaikan bahwa Takhta Suci secara konsisten dan cermat memantau berbagai upaya diplomatik yang diarahkan untuk menjamin masa depan perdamaian dan keadilan yang berkelanjutan bagi warga Palestina di Gaza, bagi seluruh rakyat Palestina, serta bagi seluruh masyarakat Israel.

Baca Juga: Paus Leo XIV Tekankan Kepentingan Rakyat dan Kedaulatan Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS

Ia menegaskan kembali bahwa solusi dua negara tetap menjadi kerangka kelembagaan yang paling mampu menjawab aspirasi sah kedua bangsa. Namun demikian, Paus juga menyoroti meningkatnya aksi kekerasan di Tepi Barat yang menargetkan warga sipil Palestina, yang menurutnya memiliki hak untuk hidup aman dan damai di tanah mereka sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Paus mengkritik kembalinya konflik bersenjata yang ia gambarkan seolah-olah telah menjadi sebuah tren global. Ia juga mencatat adanya peningkatan militerisasi serta melemahnya peran multilateralisme di tingkat internasional.

Paus Leo XIV. <b>(ANTARA)</b> Paus Leo XIV. (ANTARA)

Menurut Paus, diplomasi yang berlandaskan dialog dan konsensus kini semakin tersisih dan digantikan oleh apa yang ia sebut sebagai “diplomasi kekuatan”, yang dijalankan oleh individu atau kelompok negara tertentu.

Ia menilai prinsip-prinsip yang ditetapkan pasca-Perang Dunia II, khususnya larangan penggunaan kekuatan untuk melanggar kedaulatan dan perbatasan negara lain, kini kian sering diabaikan.

Baca Juga: Momen Bersejarah Paus Leo XIV dan Presiden Palestina Bertemu, Hal Ini yang Dibicarakan

Paus menambahkan bahwa perdamaian tidak lagi dicari sebagai nilai luhur itu sendiri, melainkan kerap dipaksakan melalui kekuatan senjata sebagai sarana untuk menunjukkan dominasi dan kedaulatan.

Paus Leo XIV pun memperingatkan bahwa kecenderungan tersebut berpotensi merusak supremasi hukum, yang ia sebut sebagai fondasi utama bagi kehidupan bersama yang beradab dan damai.

x|close