2 Korban Luka dalam Kasus Penusukan WNI di Jepang, Polisi dan Seorang PMI Ikut Terluka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jun 2026, 17:22
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Pembunuhan Ilustrasi Pembunuhan (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus penusukan yang menewaskan seorang warga negara Indonesia (WNI) di Kota Chitose, Hokkaido, Jepang, ternyata juga menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka-luka. Kedua korban tersebut adalah seorang anggota kepolisian Jepang dan seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di lokasi kejadian.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengatakan kedua korban luka tersebut turut terdampak dalam peristiwa yang melibatkan sesama WNI itu. Sementara itu, pelaku telah diamankan dan kini menjalani proses hukum oleh Kepolisian Chitose.

"Dalam peristiwa ini juga dilaporkan adanya seorang Polisi Jepang dan seorang WNI lain yang mengalami luka di lokasi kejadian. Adapun untuk pelaku saat ini telah dilakukan penangkapan dan penahanan oleh Kepolisian Chitose," kata Heni Hamidah saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Kamis (4/6) di Kota Chitose, Hokkaido. Kementerian Luar Negeri bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo terus memantau perkembangan penyelidikan yang dilakukan otoritas setempat.

Heni menjelaskan, korban meninggal merupakan WNI berinisial SR yang diduga menjadi korban penusukan oleh seorang WNI lain berinisial MALA. Keduanya diketahui berstatus sebagai pekerja migran Indonesia yang sedang bekerja di Jepang.

Baca Juga: Purbaya Respons Isu Sell Indonesia: Kepemimpinan Presiden Masih Kuat

"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo tengah menangani kasus penusukan terhadap seorang WNI berinisial SR yang dilakukan oleh seorang WNI berinisial MALA pada tanggal 4 Juni 2026 di Kota Chitose, Hokkaido, Jepang. Keduanya merupakan PMI yang tengah bekerja di Jepang," ujar Heni.

Menurut informasi yang diterima KBRI Tokyo, SR sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat setelah insiden terjadi. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh KBRI, korban sempat dibawa ke rumah sakit setempat, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia," lanjutnya.

Di tengah penanganan kasus tersebut, KBRI Tokyo telah berkoordinasi dengan kepolisian Jepang dan berbagai pihak terkait untuk mengurus proses penanganan jenazah. Perwakilan Indonesia di Jepang juga telah menghubungi keluarga korban guna menyampaikan kabar duka sekaligus membahas rencana pemulangan jenazah ke Indonesia.

Kementerian Luar Negeri menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus, termasuk proses hukum terhadap pelaku dan langkah-langkah yang diperlukan untuk memfasilitasi pemulangan jenazah korban ke Tanah Air.

"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo dan Direktorat PWNI akan terus memantau perkembangan penanganan kasus yang dilakukan oleh kepolisian, serta kemungkinan rencana pemulangan jenazah ke Indonesia," lanjut Heni.

x|close