Ntvnews.id, Gaza - Seorang anak perempuan Palestina dilaporkan meninggal dunia dan empat warga lainnya mengalami luka-luka di Jalur Gaza akibat tembakan pasukan Israel. Insiden terbaru ini disebut sebagai bagian dari pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata, sebagaimana disampaikan sumber medis setempat.
Dilansir dari Anadolu, Minggu, 4 Januari 2026, korban tewas merupakan anak perempuan berusia 11 tahun yang tertembak saat pasukan Israel melepaskan tembakan ke wilayah Jabalia al-Nazla di Gaza bagian utara.
Sumber yang sama menyebutkan, empat warga Palestina lainnya juga mengalami luka akibat tembakan Israel di sekitar Pemakaman Nemsawi di Kota Khan Younis, Gaza selatan. Di antara korban luka tersebut terdapat seorang anak dan seorang perempuan yang kemudian dilarikan ke Kompleks Medis Nasser untuk memperoleh perawatan.
Peristiwa ini menambah daftar dugaan pelanggaran yang diarahkan kepada Israel sejak gencatan senjata diberlakukan dan menghentikan perang selama dua tahun di Gaza. Konflik tersebut dilaporkan telah merenggut lebih dari 71.000 korban jiwa, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta menyebabkan lebih dari 171.000 orang luka-luka sejak Oktober 2023.
Baca Juga: Sadis! Tentara Israel Tabrak Warga Palestina Saat Lakukan Salat
Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat sedikitnya 416 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 1.110 orang terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.
Dalam kejadian terpisah, seorang ibu Palestina dan anaknya dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka akibat kebakaran yang melanda sebuah tenda pengungsian di Kota Gaza, menurut keterangan badan Pertahanan Sipil.
Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. (ANTARA/Xinhua/Rizek A (Antara)
Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menyebutkan bahwa timnya mengevakuasi dua jenazah serta satu korban luka setelah api menghanguskan tenda pengungsian di kawasan Al-Yarmouk, wilayah Al-Daraj, pusat Kota Gaza. Hingga kini, penyebab kebakaran tersebut masih belum diketahui.
Baca Juga: Menteri Israel Usulkan Penjara Dikelilingi Buaya untuk Tahanan Palestina
Saat ini, ratusan ribu warga Palestina di berbagai wilayah Gaza terpaksa tinggal di tenda dan hunian darurat akibat krisis perumahan yang parah, menyusul hancurnya kawasan permukiman dan gelombang pengungsian massal selama dua tahun terakhir konflik.
Sebagian besar tempat penampungan sementara tersebut dilaporkan tidak memenuhi standar keselamatan dan rentan terhadap kebakaran, terutama karena warga mengandalkan cara-cara sederhana untuk memasak dan menghangatkan diri di tengah pemadaman listrik berkepanjangan serta kelangkaan bahan bakar yang akut.
Ilustrasi mayat. (Antara)