Trump Yakin China Tak Akan Rebut Taiwan Selama Ia Menjabat Presiden

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 16:16
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Presiden China Xi Jinping tidak akan berupaya merebut Taiwan selama dirinya masih menjabat sebagai presiden.

“Dia mungkin akan melakukannya setelah kita punya presiden yang berbeda, tetapi saya tidak merasa dia akan melakukannya saat saya menjadi presiden,” kata Trump kepada The New York Times, Jumat, 9 Januari 2026.

Saat ditanya mengenai pandangan China yang menganggap Taiwan sebagai ancaman separatis, Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden China.

“Itu terserah dia (Xi), apa yang akan dia lakukan. Namun, saya telah menyampaikan kepadanya bahwa saya akan sangat tidak senang jika dia melakukan itu, dan saya tidak berpikir dia akan melakukannya,” ujar Trump.

Baca Juga: China Tegaskan Peran PBB di Tengah Penarikan AS dari Organisasi Internasional

China selama ini memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, sementara Taiwan mempertahankan statusnya sejak 1949.

Lebih lanjut, ketika dimintai tanggapan apakah operasi militer Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu, 3 Januari 2026, dapat menjadi preseden internasional, Trump menilai situasi Venezuela sangat berbeda dibandingkan dengan isu Taiwan.

Trump menggambarkan Venezuela sebagai “ancaman nyata,” dengan menuding pemerintahan Maduro membiarkan anggota geng masuk ke Amerika Serikat.

“Anda tidak melihat orang-orang berbondong-bondong masuk ke China,” ucapnya.

Trump juga menambahkan bahwa Beijing tidak menghadapi persoalan peredaran narkoba lintas perbatasan sebagaimana yang terjadi di Amerika Serikat.

Baca Juga: China Protes Rencana AS Ambil Puluhan Juta Barel Minyak Venezuela

(Sumber: Antara)

x|close