Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah pemimpin negara Eropa menyampaikan pernyataan bersama untuk menyatakan dukungan terhadap Denmark sekaligus menolak rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin menguasai wilayah Greenland. Sikap tersebut menegaskan kekompakan Eropa dalam menjaga kedaulatan wilayah negara anggotanya.
Pernyataan bersama itu ditandatangani oleh sejumlah tokoh penting Eropa, di antaranya Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, serta Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.
"Keamanan Arktik tetap menjadi prioritas utama bagi Eropa dan sangat penting bagi keamanan internasional dan transatlantik," demikian bunyi pernyataan para pemimpin Eropa yang dikutip dari AFP, Kamis, 8 Januari 2026.
Dalam pernyataan tersebut ditegaskan bahwa Denmark, termasuk wilayah Greenland, merupakan bagian dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Para pemimpin Eropa juga mendesak Amerika Serikat agar menghormati kedaulatan teritorial negara lain.
Baca Juga: PM Denmark Peringatkan AS Tak Boleh Caplok Greenland
"Oleh karena itu, keamanan di Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama dengan sekutu NATO termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk kedaulatan, integritas teritorial, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan," ujar para pemimpin tersebut.
"Ini adalah prinsip-prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membela prinsip-prinsip tersebut," lanjut pernyataan itu.
Meski menegaskan posisi Amerika Serikat sebagai sekutu penting dalam NATO, para pemimpin Eropa menekankan bahwa Greenland bukan milik Amerika, melainkan hak penuh rakyatnya.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen (Philip Meisner, Statsministeriet)
"Greenland adalah milik rakyatnya. Denmark dan Greenland, dan hanya mereka, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut Denmark dan Greenland," tegas mereka.
Sebelumnya, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen secara terbuka mengecam keras wacana pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat. Ia mengingatkan bahwa langkah tersebut berpotensi mengakhiri aliansi militer NATO.
Pernyataan Frederiksen muncul sebagai respons atas seruan Presiden AS Donald Trump yang kembali menyampaikan keinginannya agar pulau strategis dan kaya mineral di kawasan Arktik itu berada di bawah kendali Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan Trump setelah operasi militer AS ke Venezuela pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Jonatan Christie Naik ke Peringkat 5 Dunia Usai Juara Denmark Open 2025
Operasi pasukan Amerika Serikat di Caracas, ibu kota Venezuela, untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya mengejutkan dunia internasional. Situasi itu turut memicu kekhawatiran di Denmark dan Greenland, yang merupakan wilayah semi-otonom Kerajaan Denmark dan bagian dari NATO.
Frederiksen bersama Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen secara tegas mengecam pernyataan Trump tersebut dan memperingatkan adanya konsekuensi serius. Sejumlah pemimpin Eropa pun menyatakan solidaritas terhadap Denmark dan Greenland.
"Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berakhir," kata Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark TV2 pada Senin waktu setempat. "Artinya, itu termasuk NATO kita dan dengan demikian keamanan yang telah diberikan sejak akhir Perang Dunia Kedua," ujarnya, seperti dilansir Associated Press.
Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi. ANTARA/Anadolu/py (Antara)