Presiden Kolombia Tegaskan Siap Bela Negara Usai Dituduh Trump Terkait Narkoba

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Kolombia Gustavo Petro Presiden Kolombia Gustavo Petro (NBC News)

Ntvnews.id, Bogota- Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan kesiapannya untuk mengangkat senjata setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduhnya sebagai pengedar narkoba. Petro menegaskan bahwa dirinya siap kembali memanggul senjata demi membela tanah air.

Dilansir dari AFP, Selasa, 6 Januari 2026, melalui unggahan di akun media sosial X, Petro mantan anggota gerilyawan yang dalam beberapa bulan terakhir kerap menjadi sasaran hinaan dan ancaman dari Trump menyampaikan pernyataan tegas. Ia mengatakan, "Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi... tetapi untuk tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi."

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Trump memperingatkan Petro agar “berhati-hati” dan melabeli presiden kiri pertama Kolombia itu sebagai “orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

Menanggapi tuduhan tersebut, Petro secara tegas membantah. Ia menyatakan bahwa "namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan."

Baca Juga: Trump Tangkap Maduro, Organisasi Negara-negara Amerika Gelar Pertemuan Darurat

"Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump," tulis Petro di platform X.

"Bukan seperti itu cara Anda mengancam seorang presiden Amerika Latin yang muncul dari perjuangan bersenjata dan kemudian dari perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian," ujarnya.

Petro juga selama ini dikenal sebagai pengkritik keras kebijakan militer pemerintahan Trump di kawasan Amerika Latin. Ia bahkan menuding Washington telah menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro “tanpa dasar hukum.”

Dalam unggahan lanjutan di X pada Minggu, Petro menambahkan pernyataan singkat bernada sindiran, "teman tidak boleh mengebom."

Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py) <b>(Antara)</b> Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Sebelumnya diberitakan, pasukan AS melancarkan serangan ke Caracas, ibu kota Venezuela, pada dini hari Sabtu waktu setempat. Serangan mendadak itu menargetkan sejumlah fasilitas militer dengan tujuan menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Sementara itu, berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu waktu setempat, Trump kembali melontarkan ancaman bernada militer terhadap Kolombia. Ia menyebut negara Amerika Selatan tersebut “juga sangat sakit” dan “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

Baca Juga: Trump Klaim Hubungan dengan Xi Jinping Tetap Baik Usai Tangkap Maduro

"Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama," tambah Trump.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan intervensi militer terhadap Kolombia seperti yang dilakukan di Venezuela, Trump menjawab, "Kedengarannya bagus bagi saya."

"Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang," klaim Trump tanpa disertai bukti.

x|close