Trump Tegaskan AS Tak Rencanakan Operasi Militer ke Kuba

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 05:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri (Antara)

Ntvnews.id,Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu menyatakan bahwa Washington tidak memiliki rencana untuk melancarkan operasi militer terhadap Kuba setelah tindakan AS di Venezuela. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Kuba sebagai “negara yang sedang gagal” dan menilai sistem politik serta ekonomi yang berjalan di negara tersebut tidak memberikan manfaat bagi rakyatnya.

Dalam wawancara dengan harian The New York Post, Trump menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan aksi militer AS ke Kuba dengan menegaskan bahwa langkah tersebut tidak termasuk dalam agenda pemerintahannya saat ini.

Ia mengatakan Kuba tengah menghadapi persoalan serius, sementara sistem yang diterapkan selama ini dinilai tidak menghasilkan perbaikan yang diharapkan bagi masyarakat. Menurut Trump, kondisi tersebut dapat menjadi bahan pembahasan di kemudian hari, namun bukan dalam kerangka operasi militer.

Baca Juga: Terbelahnya Warga Venezuela Usai Penangkapan Maduro oleh AS

Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan internasional terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin, menyusul operasi Washington di Venezuela yang memicu beragam reaksi dari negara-negara kawasan maupun komunitas global.

Sebelumnya, Trump pada Sabtu mengumumkan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, sebelum menerbangkan keduanya ke luar negeri.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026 mempublikasikan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro <b>(Istimewa)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026 mempublikasikan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Istimewa)

Media setempat melaporkan terjadinya sejumlah ledakan di Caracas dan menyebut operasi tersebut melibatkan anggota unit elite Delta Force.

Merespons perkembangan itu, Kementerian Luar Negeri Venezuela mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggelar rapat darurat guna membahas serangan Amerika Serikat tersebut.

Di sisi lain, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Nicolas Maduro tetap merupakan satu-satunya presiden sah Venezuela.

Baca Juga: Trump Tegaskan AS Akan ‘Kelola’ Venezuela Usai Penangkapan Maduro

"Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros," ujarnya dalam pertemuan Dewan Pertahanan setelah operasi AS di Venezuela.

Rodriguez juga memperingatkan bahwa apa yang dialami Venezuela berpotensi menimpa negara lain di kawasan Amerika Latin.

"Kami meminta negara-negara di Tanah Air yang Agung untuk bersatu. Apa yang dilakukan terhadap Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan ini bisa diarahkan ke negara mana pun," katanya.

HIGHLIGHT

x|close