Trump Buka Opsi Serangan Lanjutan AS ke Venezuela

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat perjalanan ke Tokyo di pesawat Air Force One, Senin 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat perjalanan ke Tokyo di pesawat Air Force One, Senin 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Donald Trump menyebut Amerika Serikat masih membuka kemungkinan untuk melancarkan gelombang serangan lanjutan ke Venezuela, menyusul operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Dalam wawancara dengan Fox News Trump mengatakan pemerintahannya telah menyiapkan berbagai skenario lanjutan apabila situasi dinilai mengancam kepentingan nasional Amerika Serikat.

“Kami siap. Anda tahu, kami siap melakukan gelombang kedua. Semuanya sudah disiapkan. Operasi ini begitu kuat sehingga kami tidak perlu melakukannya, tetapi kami tetap siap,” ujar Trump. Ia juga menegaskan bahwa kekuatan militer Amerika Serikat saat ini berada dalam kondisi siaga penuh.

Trump turut mengklaim bahwa Washington telah mengerahkan kekuatan angkatan laut dalam jumlah besar di kawasan tersebut.

Baca Juga: Peringatkan Elite Venezuela, Trump: Nasib Maduro Bisa Terulang Jika Abaikan Rakyat

“Kami berada di luar sana dengan armada seperti yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya, dan kami siap,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah sebelumnya Trump mengumumkan bahwa Nicolás Maduro telah ditangkap dan dikeluarkan dari Venezuela melalui sebuah operasi militer yang diklaim dilakukan dengan tingkat presisi tinggi serta tanpa menimbulkan korban di pihak Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026 mempublikasikan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro <b>(Istimewa)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026 mempublikasikan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Istimewa)

Meski demikian, klaim Washington tersebut memicu kebingungan sekaligus respons keras dari Caracas. Pemerintah Venezuela menyatakan belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan Maduro dan menuntut penjelasan resmi terkait kondisi presiden mereka.

Kementerian Luar Negeri Venezuela juga menyampaikan rencana untuk membawa keberatan ke berbagai organisasi internasional atas tindakan Amerika Serikat. Caracas mendesak Dewan Keamanan PBB segera menggelar pertemuan darurat untuk membahas serangan AS terhadap Venezuela.

Di sisi lain, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menegaskan bahwa Nicolás Maduro tetap merupakan satu-satunya pemimpin sah negara itu.

“Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolás Maduro Moros,” kata Rodríguez dalam pertemuan Dewan Pertahanan Venezuela pascaoperasi militer AS.

Baca Juga: Operasi AS di Venezuela Sudah Direncanakan Berbulan-bulan Sebelumnya

Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan adanya ledakan di Caracas dan menyebut operasi tersebut melibatkan pasukan elite Amerika Serikat. Namun hingga saat ini, belum terdapat konfirmasi independen yang dapat memastikan kebenaran laporan tersebut.

Di Washington, beberapa anggota Kongres AS mulai mempertanyakan dasar hukum dari operasi militer itu dan mengingatkan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Amerika Latin.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa Maduro akan menjalani proses hukum. Di tingkat global, sejumlah negara dan organisasi internasional kembali menyerukan sikap menahan diri serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional, di tengah kekhawatiran bahwa ancaman gelombang serangan lanjutan dapat memperburuk instabilitas kawasan dan memicu konfrontasi yang lebih luas.

HIGHLIGHT

x|close