BPS Paparkan Penyebab Inflasi Sektor Transportasi Meski Ada Diskon Tiket Nataru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 22:00
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyampaikan Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin 5 Januari 2026. ANTARA/Uyu Septiyati Liman. Tangkapan layar - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyampaikan Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin 5 Januari 2026. ANTARA/Uyu Septiyati Liman. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran transportasi tetap mencatatkan inflasi pada Desember 2025. Kondisi tersebut terjadi karena masih terdapat sejumlah komoditas yang memberikan andil inflasi, meskipun pemerintah telah memberikan stimulus berupa diskon tiket perjalanan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan di Jakarta, Senin, bahwa secara bulanan (month-to-month/mtm) kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi sebesar 0,55 persen mtm dengan kontribusi terhadap inflasi bulanan nasional sebesar 0,07 persen.

Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy), kelompok tersebut tercatat mengalami inflasi sebesar 1,23 persen yoy dengan andil mencapai 0,15 persen.

“Komoditas lain di kelompok ini masih menyumbang inflasi, meskipun ada diskon tarif transportasi. Seperti inflasi pada subkelompok pembelian kendaraan, kemudian juga pada subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi, serta komoditas lain seperti subkelompok jasa angkutan penumpang, seperti angkutan antarkota dan travel,” kata Pudji Ismartini.

Baca Juga: Harga Emas Melonjak, BPS Catat Andil Inflasi Tertinggi di 2025

Ia menjelaskan, subkelompok pembelian kendaraan dan subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi masing-masing mencatat inflasi tahunan sebesar 2,03 persen yoy dan 0,86 persen yoy.

Adapun komoditas angkutan antarkota dan bensin tercatat mengalami inflasi bulanan masing-masing sebesar 2,77 persen mtm dengan andil inflasi 0,01 persen serta 0,72 persen mtm dengan andil inflasi 0,03 persen.

“Untuk komoditas yang diatur tarif diskonnya, terjadi inflasi untuk tarif angkutan udara sebesar 3,29 persen (mtm), andilnya 0,02 persen. Kemudian untuk tarif kereta api terjadi deflasi 0,02 persen (mtm) dengan andil 0 persen,” ujar Pudji.

“Kemudian komoditas tarif ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) terjadi deflasi sebesar 1,61 persen (mtm) dengan andil minus 0,0003 persen. Kemudian komoditas tarif angkutan laut terjadi deflasi 4,46 persen (mtm) dengan andil minus 0,0022 persen,” lanjutnya.

Selain karena masih adanya inflasi pada sejumlah komoditas, Pudji menilai stimulus diskon tiket perjalanan tersebut belum memberikan dampak optimal terhadap perhitungan inflasi Desember 2025. Hal ini disebabkan oleh periode penerapan diskon yang berlangsung kurang dari setengah bulan.

Baca Juga: BPS Catat Kunjungan Wisman November 2025 Tembus 1,2 Juta

Untuk sektor perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon sebesar 30 persen untuk 1.509.080 tempat duduk kereta ekonomi komersial yang berlaku pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Di sektor penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon 19 persen dengan kuota 227.560 penumpang dan 491.776 kendaraan untuk periode perjalanan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Sementara itu, PT Pelni memberikan potongan harga sebesar 16–18 persen dari harga tiket total bagi 405.881 penumpang kapal kelas ekonomi untuk periode perjalanan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Adapun diskon tarif pesawat domestik kelas ekonomi diberlakukan untuk periode pembelian tiket mulai 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan periode penerbangan pada 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026.

“Jadi, kalau dilihat periode diskon di bulan Desember, efektifnya adalah 10 hari kalender,” ucap Pudji.

 

(Sumber : Antara)

HIGHLIGHT

x|close