Ntvnews.id, Jakarta - Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tiga provinsi yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatera, tercatat sebagai provinsi dengan inflasi tertinggi pada Desember 2025.
"Penyebab terjadinya inflasi di ketiga wilayah tersebut dikarenakan kenaikan harga komoditas yang diakibatkan efek bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.
Pudji menjelaskan, ketiga provinsi sebelumnya mengalami deflasi bulanan (month-to-month/mtm) pada November 2025, yakni 0,67 persen mtm di Aceh, 0,42 persen mtm di Sumatera Utara, dan 0,24 persen mtm di Sumatera Barat.
Pada Desember 2025, Aceh mencatat inflasi bulanan sebesar 3,60 persen mtm dan inflasi tahunan 6,71 persen year-on-year (yoy). Inflasi di provinsi ini terutama terdorong oleh kenaikan harga beras (andil 0,80 persen), bahan bakar rumah tangga (0,26 persen), minyak goreng (0,26 persen), telur ayam ras (0,24 persen), bawang merah (0,24 persen), serta nasi dengan lauk (0,15 persen).
Baca Juga: Pramono Dorong Digitalisasi, Kendalikan Inflasi, dan Perkuat Mitigasi Bencana
Sumatera Utara mencatat inflasi bulanan 1,66 persen mtm dan inflasi tahunan 4,66 persen yoy, dengan komoditas penyumbang utama meliputi cabai rawit (andil 0,41 persen), bawang merah (0,24 persen), kelapa (0,14 persen), daging ayam ras (0,13 persen), emas perhiasan (0,09 persen), dan kacang panjang (0,07 persen).
Di Sumatera Barat, inflasi bulanan dan tahunan masing-masing tercatat 1,48 persen mtm dan 5,15 persen yoy. Komoditas yang menyumbang inflasi bulanan terbesar adalah bawang merah (0,22 persen), cabai rawit (0,18 persen), beras (0,14 persen), daging ayam ras (0,10 persen), kangkung (0,09 persen), dan emas perhiasan (0,09 persen).
"Secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di ketiga wilayah tersebut," kata Pudji Ismartini.
BPS mencatat, cuaca ekstrem di Sumatera pada akhir November 2025 dipicu oleh bibit siklon tropis 95B yang berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar, serta pengaruh Siklon Tropis Koto. Kedua siklon ini meningkatkan curah hujan sangat lebat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sehingga memicu banjir dan bencana lainnya.
Baca Juga: Inflasi November Terkendali, Harga Pangan Tetap Stabil Menjelang Akhir Tahun
(Sumber: Antara)
Tangkapan layar - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyampaikan Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026. ANTARA/Uyu Septiyati Liman. (Antara)