Sebulan di Pengungsian, Anak-anak Sipirok Tapsel Dapat Pendampingan Langsung dari Menteri PPPA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 16:18
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung ke Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung ke Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. (Nusantara TV)

Ntvnews.id, Tapanuli SelatanBencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan tidak hanya merusak rumah serta lingkungan warga, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi perempuan dan anak-anak.

Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) hadir langsung memberikan pendampingan psikososial bagi para korban bencana di Dusun Pengkolan, Desa Luwatlembang, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu, 4 Januari 2026.

Jurnalis NTV Emir  Hamzah dan Juru kamera Indarmawan Hadede berkesempatan mengikuti kegiatan menteri PPPA di Langkat maupun Tapanuli Selatan.

Pendampingan dilakukan di posko pengungsian warga yang telah dihuni selama lebih dari satu bulan sejak bencana terjadi pada 25 November 2025. Kehadiran Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi di tengah para pengungsi menjadi bentuk nyata perhatian negara terhadap pemulihan mental dan emosional kelompok rentan, khususnya menjelang dimulainya kembali aktivitas sekolah pada 5 Januari 2026.

Bencana di Tapanuli Selatan tercatat berdampak pada 13 dari 15 kecamatan, memaksa ribuan warga mengungsi. Di Dusun Pengkolan, Desa Luwatlembang, tercatat sebanyak 115 kepala keluarga atau 369 jiwa masih bertahan di pengungsian.

Dari jumlah tersebut, terdapat 119 anak yang terdiri atas 33 balita, 48 siswa sekolah dasar, 22 siswa sekolah menengah pertama, 16 siswa sekolah menengah atas, serta enam mahasiswa. Selain itu, terdapat enam ibu hamil dan sejumlah lansia yang juga membutuhkan perhatian khusus.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA meninjau langsung kondisi pengungsian, menyapa para ibu dan anak-anak, serta memastikan layanan pendampingan psikososial berjalan dengan baik. Anak-anak diajak bermain dan berinteraksi untuk membantu mengurangi trauma pascabencana, sementara para orang tua mendapatkan ruang dialog untuk menyampaikan keluh kesah dan kebutuhan mereka selama masa pengungsian.

Selain pendampingan psikososial, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk anak-anak pengungsi. Bantuan ini diharapkan dapat membantu proses adaptasi anak-anak saat kembali mengikuti kegiatan belajar, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa aman setelah mengalami bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu dan Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara Dwi Endah Purwanti, Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Nelwan Harahap, perwakilan Muslimat NU, serta unsur Forkopimda setempat.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh pemulihan psikologis dan sosial masyarakat. Pendampingan berkelanjutan bagi perempuan dan anak-anak diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, sekaligus memperkuat ketahanan mereka dalam menghadapi dampak bencana ke depan.

HIGHLIGHT

x|close