Nasaruddin Umar Ungkap Persiapan Madrasah dan Pesantren yang Terdampak Bencana di Sumatera

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jan 2026, 11:55
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Nasaruddin Umar Nasaruddin Umar (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan kesiapan Kementerian Agama (Kemenag) dalam memastikan kegiatan belajar mengajar di madrasah dan pesantren yang terdampak bencana di wilayah Sumatera tetap berjalan. Hal ini disampaikan bertepatan dengan menjelang hari pertama masuk sekolah pascabencana.

Menurut Nasaruddin, Kemenag memiliki keunggulan dalam hal pendataan karena struktur organisasinya yang bersifat vertikal dan menjangkau hingga tingkat paling bawah. Mulai dari Kantor Wilayah (Kanwil) di provinsi, Kantor Kemenag kabupaten/kota, hingga Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan, seluruhnya terintegrasi dalam sistem data yang rapi dan sinkron.

"Data kita itu sangat simetris ya, antara data pusat dengan daerah, karena kita ada organ yang ada di daerah. Data-data yang kita peroleh itu insyaallah, kemarin kami rapat juga dengan Pak Menko, data yang kita kumpulkan itu sama dengan data yang ditemukan juga oleh BPS, karena memang kita di lapis bawah itu selalu sinergi dengan pemerintah daerah," ujarnya ditemui di kantor Kemenag , Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Januari 2026.

Kemenag telah melakukan pendataan menyeluruh terkait jumlah madrasah, pesantren, dan rumah ibadah yang terdampak bencana. Data tersebut mencakup bangunan yang sudah dapat digunakan kembali maupun yang masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Nasaruddin Umar <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Nasaruddin Umar (NTVNews.id/Adiansyah)

Bagi fasilitas pendidikan yang belum bisa dimanfaatkan, Kemenag menyiapkan solusi darurat. Salah satunya dengan memanfaatkan masjid dan rumah ibadah lainnya sebagai tempat sementara kegiatan belajar mengajar, serta penyediaan tenda-tenda darurat pendidikan.

Nasaruddin menegaskan bahwa perhatian pemerintah, khususnya Presiden RI Prabowo Subianto terhadap sektor pendidikan pascabencana sangat besar. Pendidikan menjadi skala prioritas agar anak-anak tidak mengalami dampak berkepanjangan akibat bencana.

"Karena perhatian pemerintah kita, terutama Bapak Presidennya itu luar biasa, kita untuk dunia kependidikan ini mendapatkan skala prioritas. Bagaimana supaya anak-anak sekolah kita itu tidak terdampak lebih jauh, berkepanjangan ya. Maka itu sesegera mungkin kita lakukan istilahnya kerja 24 jam itu ya," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kerja cepat berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat setempat, yang bahu-membahu memperbaiki infrastruktur vital. Bahkan, jembatan-jembatan yang semula diperkirakan selesai dalam waktu berbulan-bulan, berhasil disambungkan hanya dalam hitungan hari.

Ruang kelas yang roboh pasca diterjang banjir di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Langkahan Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Sabtu, 6 Desember 2025.  <b>(Antara)</b> Ruang kelas yang roboh pasca diterjang banjir di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Langkahan Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Sabtu, 6 Desember 2025. (Antara)

Selain melalui anggaran negara (APBN), Kemenag juga menggandeng berbagai lembaga mitra seperti BAZNAS, BWI, serta jaringan rumah ibadah di seluruh Indonesia. Masjid, gereja, pura, dan rumah ibadah lainnya turut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Saat ini, di Sumatera Barat hanya tersisa dua masjid yang masih dalam tahap perbaikan. Sementara di Sumatera Utara, sebagian besar rumah ibadah sudah kembali digunakan, termasuk untuk perayaan Natal, meskipun pembenahan masih terus dilakukan. Kebutuhan lainnya adalah mushaf Al-Qur’an dan buku-buku keagamaan. Banyak perpustakaan madrasah dan pesantren rusak atau hanyut akibat bencana.

"Kita juga sudah mencetak, kemarin kita angkatan ketiga ya, 9 ribu musafal Qur'an dibagi. Ternyata belum cukup, makanya kita segera mencetak lagi sekarang ini untuk memenuhi musafal Qur'an. Tentu bukan hanya Qur'an, tapi buku-buku keagamaan, terutama anak-anak kita yang perpustakaannya habis, tenggelam ya," ujar Nasaruddin Umar.

Selain Al-Qur’an, Kemenag juga menyalurkan buku-buku keagamaan, khususnya untuk anak-anak, guna mendukung pemulihan pendidikan dan kehidupan spiritual masyarakat.

x|close