Hari Amal Bakti, Nasaruddin Umar: Kemenag Tak Boleh Ketinggalan Zaman, Agama Harus Aktual sampai Akhir Zaman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jan 2026, 11:08
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Nasaruddin Umar Nasaruddin Umar (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) tidak boleh tertinggal oleh perkembangan zaman, khususnya di era teknologi yang kian maju. Menurutnya, agama harus terus aktual, kontekstual, dan relevan hingga akhir zaman, agar nilai-nilai ajaran tetap hidup dan membumi di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Umar saat ditemui usai memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Januari 2026.

Dalam amanatnya, ia menyebut HAB ke-80 menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan refleksi delapan dekade perjalanan Kementerian Agama, sekaligus menyiapkan langkah strategis menghadapi tantangan masa depan.

"Kementerian Agama tidak boleh ketinggalan zaman, artinya agama harus aktual sampai zaman akhir. Tidak boleh agama itu ketinggalan zaman dalam peran perpenampilan dan ini tanggung jawabnya Kementerian Agama, bagaimana mengaktualkan nilai-nilai ajaran agama terapung bersama pemeluknya sepanjang masa," ungkapnya.

Baca Juga: Nasaruddin Umar Pimpin Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag, Tegaskan Pentingnya Kerukunan Umat

Nasarudin Ummar  <b>(Ntvnews.id/Adiansyah)</b> Nasarudin Ummar (Ntvnews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Di Katedral Manado, Menag Tekankan Pentingnya Solidaritas dan Kepedulian

Nasaruddin Umar juga menyoroti berbagai program Kementerian Agama yang berdampak langsung dan positif bagi masyarakat, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan luasnya wilayah kerja dari pusat hingga kecamatan.

"Walaupun kita punya banyak keterbatasan, karena Kementerian Agama ini adalah vertikal, yang harus memperhatikan seluruhnya dari pusat sampai ke tingkat kecamatan dengan kawannya. Tentunya juga dengan anggaran yang pembaginya besar, tetapi kualitas tidak terlalu terdampak," terangnya.

Di bidang pendidikan, Umar menegaskan bahwa madrasah di bawah Kementerian Agama mampu bersaing bahkan melampaui sekolah lain, termasuk yang memiliki anggaran besar. Beberapa madrasah unggulan seperti MAN Insan Cendekia, MA Negeri 2 Malang, serta madrasah di Gorontalo, disebutnya sebagai bukti nyata keberhasilan pengelolaan pendidikan yang efisien, efektif, dan berprestasi tinggi.

"Ini buktinya bahwa Kementerian Agama berhasil membenah membangun diri dengan dana secara efisien dan efektif. Memang anggarannya terbatas, tetapi endingnya itu melampaui sekolah-sekolah yang lain," ujarnya.

x|close