Ntvnews.id, Jakarta - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan, proses pemulihan kondusifitas keamanan dan kenyamanan di 11 bandara perintis di Papua tengah berlangsung intensif.
Langkah ini dilakukan pascagangguan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM, yang sempat menghambat aktivitas penerbangan dan distribusi logistik masyarakat di wilayah pedalaman.
Upaya pemulihan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mengayomi masyarakat Papua, serta memperkuat semangat bela negara melalui perlindungan terhadap objek vital transportasi udara yang menjadi urat nadi kehidupan warga.
Didampingi Panglima Komando Daerah Udara (Kodau) III Marsda TNI Azhar Aditama, Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Patar Mospa Natanael Sitorus, dan Asops Kodau III Kolonel Pnb Sri Raharjo, Bambang menyambangi Bandara Korowai Batu di Papua Selatan, untuk mengecek kesiapan pasukan dalam mengamankan bandara.
Baca Juga: Cek Kesehatan Warga Terdampak Bencana, Dokter dan Nakes TNI Keliling Desa di Aceh
“Pertama, kita fokus pada pemulihan kondusifitas 11 bandara perintis yang sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan. Insya Allah prosesnya cepat, karena kita dibantu tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sekitar yang terdampak aksi kriminal KKB,” ujar Bambang, Kamis, 19 Februari 2026.
Menurut Bambang, TNI telah memperkuat pengamanan di seluruh bandara perintis di Papua, khususnya Bandara Korowai Batu, yang memiliki peran strategis sebagai penghubung wilayah Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Selatan.
Di wilayah pegunungan dan pelosok Papua, pesawat bukan sekadar moda transportasi, namun juga menjadi jalur utama distribusi bahan pokok, obat-obatan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pendidikan.
Gangguan terhadap operasional bandara perintis berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, TNI mempertebal kekuatan pengamanan dengan melibatkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Koops Habema, Pasukan Rajawali, serta unsur Brimob Polri untuk menjaga perimeter bandara dan kawasan keselamatan operasi penerbangan.
“Kami pertebal pasukan untuk menjaga kawasan keselamatan operasi penerbangan di bandara perintis yang menjadi urat nadi distribusi logistik masyarakat pedalaman Papua,” tegasnya.
Kehadiran jenderal bintang tiga TNI itu di Papua Selatan, menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap gangguan keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat.
“Pemerintah pusat melalui TNI, berkomitmen memastikan stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan Papua yang inklusif dan berkeadilan,” jelas Bambang.
Langkah ini juga mencerminkan implementasi nyata semangat bela negara, di mana masyarakat bersama TNI menjaga objek vital nasional seperti bandara perintis merupakan bagian dari tanggung jawab bersama demi menjaga kedaulatan negara dan keselamatan rakyat.
Dengan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta dukungan tokoh adat dan agama dan masyarakat, pemulihan bandara perintis di Papua diharapkan segera tuntas, sehingga roda perekonomian, distribusi logistik, dan pelayanan publik kembali berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat Papua.
“Secepatnya kita pulihkan kondusivitas 11 bandara perintis agar aktivitas saudara-saudara kita di Papua kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkas Bambang.
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi melakukan pengecekan pesawat yang diserang KKB atau TPNPB-OPM.