Pramono Optimistis Harga Cabai di Jakarta Stabil dalam 2 Pekan ke Depan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 15:09
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Komoditas cabai merah keriting yang dijual pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. ANTARA/Harianto Ilustrasi - Komoditas cabai merah keriting yang dijual pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. ANTARA/Harianto (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo optimistis harga cabai keriting di Ibu Kota akan kembali stabil dalam waktu dekat. Ia memperkirakan dalam satu hingga dua minggu mendatang harga komoditas tersebut bisa kembali normal.

“Saya yakin dalam satu minggu dua minggu ke depan pasti bisa harga cabai di Jakarta normal kembali,” kata Pramono di Balai Kota, Kamis, 19 Februari 2026.

Untuk menekan lonjakan harga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membeli cabai langsung dari daerah produsen dan menyalurkannya kepada pengecer dengan margin keuntungan Rp5.000 per kilogram. Skema ini diyakini mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan laju inflasi di Jakarta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengungkapkan harga Cabai Rawit Merah (CRM) di tingkat petani Sulawesi Selatan saat ini sekitar Rp45.000 per kilogram, sedangkan di Pulau Jawa berada pada kisaran Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

Baca Juga: Pasokan dan Distribusi Diperkuat, Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati Mulai Turun

Di sisi lain, harga rata-rata CRM kualitas terbaik di Pasar Induk Kramat Jati mencapai Rp75.000 hingga Rp90.000 per kilogram, menunjukkan adanya disparitas harga yang cukup lebar.

Sebagai langkah konkret, Badan Pangan Nasional akan menjalankan program Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dengan menyerap cabai dari Pulau Jawa dan/atau Sulawesi Selatan, lalu mendistribusikannya melalui pedagang di Pasar Induk Kramat Jati dengan batas harga eceran maksimal Rp5.000 per kilogram di atas harga beli.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan mendatangkan tambahan pasokan cabai dari Sulawesi Selatan sebanyak 2–3 ton per hari dengan acuan harga Pasar Induk Kramat Jati.

Dinas KPKP DKI Jakarta pun akan melakukan pemantauan ketat untuk memastikan harga jual di tingkat pengecer sesuai ketentuan. Hasudungan memproyeksikan dalam dua minggu mendatang harga CRM di Pasar Induk Kramat Jati akan berangsur turun seiring mulai berlangsungnya masa panen di sejumlah sentra produksi seperti Pangalengan, Cimenyan, Banyu Resmi, Garut, Sumedang, Semarang, Sleman, Magelang, Mojokerto, Blitar, dan Banyuwangi.

Baca Juga: Pramono: Harga Minyak Goreng dan Cabai Sering Naik Jelang Ramadhan, Jadi Penyumbang Inflasi di Jakarta

(Sumber: Antara) 

x|close