Ntvnews.id, Langkat - Keceriaan terpancar dari wajah ratusan anak korban bencana banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Melalui kegiatan pendampingan psikososial, anak-anak terdampak banjir mendapatkan hiburan sekaligus perhatian langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, yang hadir meninjau kondisi mereka, Sabtu, 3 Januari 2026.
Nurnalis NTV Emir Hamzah dan Juru kamera Indarmawan Hadede berkesempatan mengikuti kegiatan menteri PPPA di Langkat maupun Tapanuli Selatan.
Berbagai kegiatan digelar untuk menghibur anak-anak, mulai dari bernyanyi, bermain bersama, hingga kehadiran Kibo, boneka tangan atau hand puppet, yang sukses mengundang tawa dan membangkitkan semangat anak-anak di tengah situasi pascabencana.
Sebulan setelah banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatera, pemerintah pusat terus mempercepat upaya penanganan pascabencana. Melalui Kementerian PPPA, pemerintah memberikan pendampingan psikososial khusus bagi anak-anak serta para ibu terdampak, sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Anak-anak mengaku senang atas kehadiran Menteri PPPA yang memberikan perhatian langsung sekaligus hiburan. Selain itu, mereka juga menerima bantuan berupa alat tulis, buku gambar, papan ujian, serta perlengkapan edukatif lainnya untuk mendukung proses pemulihan psikologis.
Salah seorang anak terdampak banjir, Azzam, mengungkapkan kegembiraannya menerima bantuan tersebut.
“Senang sekali dapat buku sama papan ujian sama pewarna,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri PPPA. “Terima kasih ibu menteri sudah mengasih kami buku peralatan tulis,” katanya.
Saat ditanya perasaannya, Azzam menjawab, “Senang iya.”
Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung ke Dusun Sei Pakis, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, untuk memberikan dukungan psikososial serta bantuan bagi anak-anak yang terdampak banjir. (Foto: Istimewa)
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Buku Sejarah Perjuangan Kemerdekaan 1945–1949
Azzam juga menyebut bantuan yang diterimanya berupa alat tulis. Ia mengungkapkan kondisi sekolahnya yang rusak akibat banjir
“Sekolah hancur. Mau ra presiden kami mau sekolah lagi tolong bangun sekolah kami lagi,” ucapnya.
Ungkapan serupa disampaikan Wulan, siswi kelas 2, yang didampingi ibunya, Lilis.
“Ada buku gambar papan ujian sama,” kata Wulan saat ditanya mengenai bantuan yang diterima.
Ketika ditanya apakah ia senang, Wulan menjawab singkat, “Senang,” lalu menambahkan, “Terima kasih ibu.”
Sementara itu, Lilis mengaku bersyukur meski masih diliputi kesedihan atas kondisi yang dialami keluarganya.
Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung ke Dusun Sei Pakis, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. (Nusantara TV)
“Ia merasa bersyukur sedih juga lapak dengan keadaan kayak gini,” tuturnya. Menurutnya, pendampingan psikososial tersebut sangat membantu anak-anak.
“Membantu sangat membantu untuk mereka,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah di tengah situasi sulit yang dialami warga.
“Terima kasih sudah hadir untuk menghibur anak-anak kami terima kasih,” ujarnya.
Lilis berharap kondisi ke depan bisa semakin membaik.
“Semoga semoga lebih baik lagi untuk ke depannya,” ucapnya.
Kegiatan pendampingan psikososial ini dilaksanakan langsung di Dusun Sei Pakis, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan dan pemulihan anak-anak korban bencana di berbagai daerah, agar mereka dapat kembali bangkit dan menjalani masa depan dengan lebih ceria.
Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung ke Dusun Sei Pakis, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, untuk memberikan dukungan psikososial serta bantuan bagi anak-anak yang terdampak banjir. (Foto: Istimewa)