Ntvnews.id, Banjarbaru - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kelistrikan yang dapat muncul akibat banjir maupun dampak cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi hingga awal tahun. Kondisi tersebut ditandai dengan tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang menyebabkan beberapa daerah terdampak banjir.
Menanggapi situasi tersebut, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, di Banjarbaru, Kamis, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama PLN.
Sehubungan dengan itu, PLN akan melakukan pemadaman aliran listrik apabila rumah warga maupun aset kelistrikan, seperti gardu distribusi, terendam banjir dengan ketinggian air yang berpotensi menimbulkan risiko korsleting atau bahaya lainnya.
“Keamanan dan keselamatan masyarakat merupakan hal yang paling utama bagi kami,” kata Iwan.
Baca Juga: PLN: 184 Desa di Aceh Tengah Sudah Kembali Nikmati Listrik
Ia menjelaskan, langkah awal yang perlu dilakukan warga ketika permukiman terendam banjir adalah mematikan aliran listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter guna menghindari risiko tersengat arus listrik.
“Cabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak dan pindahkan perangkat elektronik ke tempat yang lebih aman,” lanjutnya.
Iwan juga mengingatkan, apabila banjir terjadi sementara aliran listrik belum dipadamkan, masyarakat diminta segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, atau mendatangi kantor PLN terdekat.
“Selain itu hubungi juga instansi terkait penanggulangan bahaya banjir,” ucap Iwan.
Setelah banjir surut, menurut dia, masyarakat perlu memastikan seluruh instalasi listrik dan peralatan elektronik benar-benar dalam kondisi kering sebelum digunakan kembali.
“Petugas PLN akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aset yang terdampak sebelum listrik dinyalakan kembali,” kata Iwan.
Melalui upaya edukasi tersebut, PLN berharap masyarakat semakin memahami langkah-langkah keselamatan kelistrikan saat banjir, sehingga potensi bahaya listrik dapat diminimalkan sejak dini meskipun risikonya kerap tidak terlihat.
(Sumber: Antara)
Petugas PLN saat memberikan edukasi pengamanan kelistrikan kepada masyarakat yang mengalami banjir, Martapura, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-PLN UID Kalselteng (Antara)