Geger Rumah di Sleman Kebakaran 11 Kali Selama 2 Hari, Ternyata Karena Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 11:57
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi kebakaran (pixabay) Ilustrasi kebakaran (pixabay) (pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kabupaten Sleman, dibuat resah setelah sebuah rumah mengalami kebakaran berulang hingga 11 kali hanya dalam kurun dua hari. Peristiwa yang sempat dianggap misterius itu kini mulai menemukan titik terang setelah penyelidikan dilakukan oleh Tim Inafis Polresta Sleman bersama Tim Gegana Polda DIY.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran gas metana yang berasal dari septic tank di rumah tersebut. Gas itu disebut masuk ke dalam bangunan akibat sistem saluran pembuangan yang tidak memenuhi standar keamanan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran,” kata Kapolsek Seyegan AKP Pujiono saat dimintai konfirmasi, Minggu (24/5/2026).

Rangkaian kebakaran terjadi di sejumlah titik berbeda di dalam rumah. Api dilaporkan beberapa kali muncul secara tiba-tiba dan membakar berbagai benda di area rumah.

“Di antaranya membakar bagian pintu kamar mandi dan handuk, kemudian kursi ruang tamu, sebagian kasur kamar, hingga kain di kamar mandi kembali terbakar,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Tegaskan Pria Berkaki Putus di Tambora Bukan Korban Begal

Kemunculan api berulang kali dalam waktu singkat sempat memicu kepanikan warga sekitar. Polisi dan petugas terkait kemudian melakukan pemeriksaan intensif hingga siang hari untuk memastikan sumber kebakaran benar-benar teratasi.

Setelah pengecekan lanjutan dilakukan hingga pukul 12.00 WIB, petugas menyatakan tidak lagi menemukan adanya kebocoran gas metana. Meski demikian, pemilik rumah diminta segera melakukan pembongkaran dan perbaikan sistem septic tank demi mencegah kejadian serupa terulang.

“Tim Gegana menyarankan agar septic tank segera dibongkar dan dilakukan penggantian pipa pembuangan sesuai standar keamanan, mengingat septic tank tersebut digunakan untuk limbah rumah tangga sekaligus limbah pemotongan ayam,” jelas Pujiono.

Diketahui, septic tank di rumah tersebut tidak hanya menampung limbah domestik, tetapi juga dipakai untuk menampung limbah hasil pemotongan ayam. Kondisi itu diduga memperbesar produksi gas metana di dalam saluran pembuangan.

Sebelumnya, kebakaran pertama kali terjadi pada Sabtu (23/5) sekitar tengah malam. Api awalnya muncul dari kain di dalam rumah sebelum kemudian merembet ke bagian lain.

“Itu dari Sabtu (23/5) malam jam 12 malam. Awalnya kain yang terbakar. Terus muncul lagi sampai merembet kusen pintu,” kata pemilik rumah, Mutfiana, saat ditemui wartawan, Minggu (24/5/2026).

x|close