Ntvnews.id
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan proses pemadaman terkendala banyaknya bara api yang masih terjebak di bawah tumpukan material plastik dan reruntuhan bangunan.
"Masih ada titik api, makanya kita perlu bongkar dulu," kata Syaiful saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Untuk mempercepat proses penanganan, petugas telah mengerahkan satu unit ekskavator sejak Rabu, 20 Mei 2026 guna membongkar material yang diduga masih menyimpan bara api di bagian bawah. Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat menjangkau sumber api yang sulit diakses.
Baca Juga: Pabrik Obat Nyamuk Kebakaran Hebat di Tangerang
Syaiful menjelaskan proses pembongkaran diperlukan agar nozzle selang pemadam dapat dimasukkan ke sela-sela material sehingga air bisa langsung diarahkan ke titik bara api yang tersembunyi.
"Sudah ada Beko, karena kita harus bongkar dulu, bikin selaan baru untuk kita masukin nozzle. Di atas material kan ada reruntuhan tembok yang lumayan tebal terus ada juga besi, jadi kita enggak bisa nyiram sembarangan," kata Syaiful.
Baca Juga: Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Kebakaran
Hingga saat ini, sebanyak 18 unit armada pemadam kebakaran dengan kekuatan 90 personel masih dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Petugas terus berupaya agar api dapat segera dipadamkan sepenuhnya.
"Kita targetnya malam ini sudah bisa padam ya. Masih kita upayakan," tuturnya.
(Sumber: Antara)
Kebakaran gudang plastik di Jalan Peternakan Raya, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (18/5/2026). ANTARA/Risky Syukur. (Antara)