Pemerintah Siapkan Buku Sejarah Perjuangan Kemerdekaan 1945–1949

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 13:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Siaran Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menyampaikan sambutan dalam Gelar Wicara Sejarah di Jakarta, Sabtu, 3 Januari 2026. ANTARA/Akun YouTube Indonesiana TV. Tangkapan layar - Siaran Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menyampaikan sambutan dalam Gelar Wicara Sejarah di Jakarta, Sabtu, 3 Januari 2026. ANTARA/Akun YouTube Indonesiana TV. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah berencana menyusun buku sejarah yang mengulas perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, khususnya pada periode 1945 hingga 1949.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan penulisan buku tersebut akan memfokuskan pada fase yang oleh Belanda kerap disebut sebagai periode revolusi, namun oleh Indonesia dimaknai sebagai masa perang mempertahankan kemerdekaan.

"Tahun ini, kita rencanakan juga akan menulis buku sejarah tentang satu periode penting, yaitu periode kalau pihak Belanda itu mengatakan periode revolusi, tapi kita mengatakan ini periode perang mempertahankan kemerdekaan, yaitu 1945-1949," katanya dalam Gelar Wicara Sejarah yang diikuti secara daring dari Jakarta pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa periode tersebut mencakup rangkaian peristiwa penting, mulai dari proklamasi kemerdekaan, pengakuan kedaulatan oleh Belanda, pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS), hingga pembubaran RIS dan kembalinya Indonesia ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menteri Kebudayaan menegaskan pentingnya penulisan sejarah secara menyeluruh agar generasi mendatang memahami kompleksitas perjuangan bangsa.

Baca Juga: Kemenbud Siapkan Skema Pendanaan Untuk Perkuat Pemajuan Kebudayaan di Daerah

"Saya kira ini memang perlu kita tulis juga secara komprehensif, baik itu peristiwa-peristiwa diplomasi, politik, pertempuran, dan lain-lain yang begitu banyak, ini juga menjadi bagian yang penting untuk diketahui generasi selanjutnya," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan telah menyelesaikan penyusunan buku berjudul "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global."

Buku yang diluncurkan pada 14 Desember 2025 itu disusun dengan melibatkan 134 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia.

Fadli Zon menyoroti peran strategis Direktorat Sejarah Kementerian Kebudayaan dalam penguatan penulisan sejarah nasional.

"Karena banyak orang selalu mengatakan sejarah itu penting, jangan lupa pada sejarah, jangan meninggalkan sejarah, tetapi kadang-kadang kita tidak menulis sejarah," katanya.

Baca Juga: Menbud Fadli Zon: Kartu Pos Menjadi Media Penting Merekam Sejarah

Ia juga mendorong Direktorat Sejarah untuk menyusun buku-buku sejarah tentang kerajaan besar Nusantara, seperti Sriwijaya, Majapahit, dan Pajajaran.

"Banyak yang menulis buku itu orang-orang asing. Begitu juga dengan Pajajaran, tidak ada buku tentang Kerajaan Pajajaran atau kerajaan-kerajaan besar yang lain. Jadi menurut saya ini sangat penting untuk kita tulis," katanya.

Ia berharap ke depan penulisan buku sejarah tidak hanya berhenti sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi ruang diskursus akademik.

"Mudah-mudahan ke depan kita mempunyai banyak buku-buku ini, tapi tentu tidak hanya sekedar buku ini mau diapakan. Tentu buku ini kita harapkan bisa menjadi sebuah diskursus, diperdebatkan. Mungkin tidak ada yang sempurna, di situlah saya kira memang perdebatan-perdebatan itu penting, ada dialektika itu sangat penting," ia menjelaskan.

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close