Harapan Anak Korban Banjir Langkat: Ingin Kembali Sekolah Usai Didampingi Menteri PPPA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jan 2026, 15:43
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung ke Dusun Sei Pakis, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, untuk memberikan dukungan psikososial serta bantuan bagi anak-anak yang terdampak banjir. (Foto: Istimewa) Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung ke Dusun Sei Pakis, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, untuk memberikan dukungan psikososial serta bantuan bagi anak-anak yang terdampak banjir. (Foto: Istimewa) (Nusantara TV)

Ntvnews.id, Langkat - Pendampingan psikososial yang diberikan pemerintah kepada anak-anak korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tak hanya menghadirkan keceriaan sesaat, tetapi juga membuka kembali harapan mereka untuk melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti akibat bencana.

Jurnalis NTV Emir  Hamzah dan Juru kamera Indarmawan Hadede berkesempatan mengikuti kegiatan menteri PPPA di Langkat maupun Tapanuli Selatan.

Sejumlah anak terdampak banjir mengungkapkan rasa senang atas kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi yang turun langsung ke Dusun Sei Pakis, Kabupaten Langkat, pada awal Januari 2026. Di tengah kondisi pascabencana, anak-anak menerima perhatian, hiburan, serta bantuan perlengkapan sekolah yang mereka butuhkan.

“Senant sekali dapat buku sama papan ujian sama pewarna. Terima kasih ibu menteri sudah mengasih kami buku peralatan tulis,” ujar Azzam, salah satu anak korban bencana, Sabtu, 3 Januari 2026.

Selain alat tulis dan buku gambar, anak-anak juga mengikuti berbagai kegiatan bermain, bernyanyi, hingga pertunjukan boneka tangan yang dirancang untuk membantu pemulihan psikologis mereka setelah mengalami bencana banjir.

Baca Juga: Menteri PPPA Berikan Pendampingan Anak Korban Banjir di Langkat, Perkuat Pemulihan Pascabencana Sumatra

Namun di balik tawa dan keceriaan, tersimpan harapan besar agar kehidupan mereka segera kembali normal. Azzam mengungkapkan keinginannya untuk bisa kembali bersekolah setelah bangunan sekolah di wilayahnya mengalami kerusakan akibat banjir.

“Sekolah hancur. Mau sekolah lagi, tolong bangun sekolah kami lagi,” katanya.

Hal senada disampaikan Wulan, siswi kelas 2 yang ikut menerima bantuan edukatif. Ibunya, Lilis, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah kepada anak-anak mereka.

“Ada buku gambar papan ujian sama. Senang. Terima kasih ibu,” ucap Wulan singkat.

Baca Juga: Menteri PPPA Turun ke Lokasi, Hadirkan Keceriaan bagi Anak-anak Langka

Lilis menilai pendampingan psikososial sangat membantu anak-anak di tengah situasi sulit pascabencana.

“Ia merasa bersyukur, sedih juga dengan keadaan kayak gini. Membantu, sangat membantu untuk mereka. Terima kasih sudah hadir untuk menghibur anak-anak kami,” tuturnya.

Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan pendampingan anak-anak korban bencana menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana, terutama untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan dukungan psikologis. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memberikan perhatian khusus agar anak-anak dapat bangkit dan melanjutkan masa depan mereka.

Kegiatan pendampingan psikososial ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan emosional dan pendidikan anak-anak sebagai generasi penerus.

HIGHLIGHT

x|close