Rezim Bubar, Bulgaria Mulai Gunakan Euro

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi uang. Ilustrasi uang. (Pixabay)

Ntvnews.id, Sofia - Bulgaria, yang dikenal sebagai negara termiskin di Uni Eropa, resmi bergabung sebagai anggota ke-21 Zona Euro, melampaui sejumlah negara yang dinilai lebih siap secara ekonomi seperti Polandia, Republik Ceko, dan Hungaria.

Dilansir dari BBC, Jumat, 2 Januari 2026, menyebutkan di kalangan generasi muda, masyarakat perkotaan, serta pelaku usaha, keputusan ini dipandang sebagai langkah optimistis yang berpotensi membawa manfaat ekonomi. Penggunaan euro dianggap sebagai tahap akhir integrasi Bulgaria ke arus utama Eropa, setelah sebelumnya menjadi anggota NATO, Uni Eropa, kawasan Schengen, dan kini bergabung dengan zona mata uang tunggal.

Namun, pandangan berbeda muncul dari kelompok masyarakat yang lebih tua, tinggal di wilayah pedesaan, dan cenderung konservatif. Penggantian mata uang nasional lev dengan euro memunculkan kekhawatiran sekaligus penolakan yang bersifat emosional.

Lev, yang berarti singa, telah menjadi mata uang Bulgaria sejak 1881. Meski demikian, sejak 1997 nilainya telah dipatok pada mata uang Eropa, awalnya Deutschmark Jerman dan kemudian euro.

Perpecahan Sikap Publik

Hasil survei opini menunjukkan sekitar 6,5 juta penduduk Bulgaria terbelah hampir seimbang dalam menyikapi adopsi euro. Kondisi ini semakin kompleks akibat ketidakstabilan politik yang berkepanjangan.

Baca Juuga: Pemerintahan Bulgaria Bubar di Tengah Gelombang Demo Anti-Korupsi

Pemerintahan koalisi Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov tumbang setelah kehilangan mosi tidak percaya pada 11 Desember, menyusul demonstrasi besar menentang anggaran 2026. Dalam kurun empat tahun terakhir, Bulgaria telah menggelar tujuh pemilu, dan pemilu kedelapan diperkirakan berlangsung awal tahun depan.

“Saya tidak menginginkan euro, dan saya tidak suka cara mata uang ini dipaksakan kepada kami,” kata Todor, 50 tahun, pemilik usaha kecil di Gabrovo, Bulgaria tengah, dikutip dari BBC, Jumat, 2 Januari 2026.

“Jika ada referendum, saya rasa 70% masyarakat akan menolaknya.” tambahnya.

Gagasan referendum terkait adopsi euro sempat diajukan Presiden Rumen Radev, namun ditolak pemerintahan sebelumnya. Todor menilai usaha plastik berwarnanya yang menyasar pasar domestik terpukul oleh inflasi tinggi, dan ia mengaitkan penurunan penjualan dengan ketakutan publik terhadap euro.

Sebaliknya, Ognian Enev, 60 tahun, pemilik kedai teh di pusat Sofia, menyikapi perubahan tersebut dengan lebih santai. “Secara umum ini hal yang baik. Ini hanya perubahan teknis. Tidak mengganggu saya,” ujarnya.

Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). <b>(ANTARA)</b> Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). (ANTARA)

Menurutnya, masyarakat Bulgaria sebenarnya sudah terbiasa menggunakan euro, terutama untuk transaksi besar seperti properti dan kendaraan. Selain itu, sekitar 1,2 juta warga Bulgaria di luar negeri telah lama mengirim remitansi dalam euro.

Seperti banyak pedagang lain, Ognian telah menyiapkan koin dan pecahan kecil euro untuk masa transisi. Selama Januari, transaksi masih bisa dilakukan menggunakan lev dan euro, meski kembalian wajib diberikan dalam euro. Mulai 1 Februari, lev tidak lagi berlaku sebagai alat pembayaran.

Ia berharap penggunaan mata uang tunggal dapat mempermudah aktivitas perdagangan. Banyak produk teh yang dijualnya berasal dari negara-negara zona euro, sementara produk premium diimpor dari Tiongkok dan Jepang.

Euro Ubah Lanskap Bulgaria

Sejak Agustus 2025, seluruh toko di Bulgaria diwajibkan mencantumkan harga dalam dua mata uang. Nilai tukar yang relatif sederhana—satu euro setara sekitar dua lev—dinilai memudahkan proses transisi.

Untuk meredam kekhawatiran publik terkait pembulatan harga, pemerintah membentuk mekanisme pengawasan khusus. Bahkan, sejumlah tarif justru diturunkan, termasuk biaya transportasi umum di Sofia yang direncanakan sedikit lebih murah.

Baca Juga: BNPB: 1.050 Hunian Sementara untuk Warga Sudah Terbangun di Aceh

Desain sisi belakang koin euro Bulgaria juga dipilih untuk merespons kekhawatiran hilangnya kedaulatan nasional. Koin €1 menampilkan Santo Ivan dari Rila, sementara koin €2 bergambar Paisius dari Hilendar, tokoh kebangkitan nasional abad ke-18. Adapun koin pecahan eurocent menampilkan Penunggang Madara, simbol awal kenegaraan Bulgaria dari relief batu abad ke-8.

Dampak jangka panjang penggunaan euro di Bulgaria masih menjadi tanda tanya. Pengalaman negara lain menunjukkan dua kemungkinan: “model Baltik” yang sukses melalui reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi, atau “model Italia” yang ditandai stagnasi ekonomi berkepanjangan.

“Saya khawatir kami akan lebih mirip Italia,” pungkas Ognian Enev.

x|close