Ntvnews.id, Beijing - Latihan militer yang digelar China di perairan sekitar Taiwan dalam beberapa hari terakhir menuai kecaman dari berbagai negara, termasuk Jepang dan Australia. Menanggapi hal tersebut, otoritas Beijing melontarkan kecaman balik dengan menyebut negara-negara pengkritiknya sebagai pihak yang “munafik”.
Dalam latihan tersebut, China menembakkan sejumlah rudal serta mengerahkan puluhan jet tempur, kapal perang angkatan laut, dan kapal penjaga pantai ke sekitar perairan Taiwan. Latihan tembak langsung itu berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025 dan Selasa, 30 Desember 2025 waktu setempat.
Militer China menyatakan latihan tersebut bertujuan mensimulasikan pemblokiran pelabuhan-pelabuhan utama Taiwan sekaligus serangan terhadap sasaran maritim. Namun, langkah Beijing ini memicu kritik internasional dari sejumlah negara.
"Negara-negara dan lembaga-lembaga ini menutup mata terhadap kekuatan separatis di Taiwan yang berupaya mewujudkan kemerdekaan melalui cara-cara militer," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 1 Januari 2026.
Baca Juga: Produsen Mobil China Diprediksi Kalahkan Jepang, Kuasai Penjualan Global Otomotif 2025
"Namun, mereka melontarkan kritikan yang tidak bertanggung jawab terhadap langkah China yang diperlukan dan adil untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya, memutarbalikkan fakta dan mencampuradukkan yang benar dan salah, yang benar-benar munafik," lanjut Lin.
Kritik terhadap latihan militer China datang dari sejumlah negara, di antaranya Jepang, Australia, serta beberapa negara Eropa. Pemerintah Jepang pada Rabu, 31 Desember 2025 menilai latihan tersebut telah “meningkatkan ketegangan” di kawasan Selat Taiwan dan mengaku telah menyampaikan “kekhawatiran” secara resmi kepada Beijing.
China Taiwan (Istimewa)
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Australia mengecam latihan militer tersebut karena dinilai “mengganggu stabilitas” kawasan. Canberra juga menyatakan telah menyampaikan keprihatinan kepada otoritas China.
Uni Eropa turut menyampaikan kritik. Dalam pernyataannya pada Selasa, 30 Desember 2025, UE menilai latihan perang China di sekitar Taiwan “membahayakan perdamaian dan stabilitas internasional”.
Dari pihak Taiwan, otoritas setempat mengecam latihan militer China sebagai tindakan yang sangat provokatif dan sembrono, serta dianggap sebagai ancaman serius terhadap keamanan regional dan bentuk provokasi terbuka.
Baca Juga: China Kepung Taiwan dari Laut dan Udara, Kerahkan Roket hingga Kapal Perang
Di sisi lain, Lin Jian menyampaikan apresiasi kepada sejumlah negara seperti Rusia, Pakistan, dan Venezuela yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap China.
"Kami ingin menegaskan kembali tekad China yang teguh untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan, dan integritas wilayah," kata Lin.
"Setiap tindakan provokatif yang keterlaluan yang melampaui batas dalam masalah Taiwan, akan ditanggapi dengan tegas oleh China," tegasnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (3/3/2025). (Antara)