Ntvnews.id, Taipei - Taiwan berkomitmen meningkatkan langkah-langkah pertahanan dan menjaga stabilitas keamanan pulau tersebut pada tahun mendatang, demikian disampaikan Presiden Lai Ching-te dalam pesan Tahun Baru Imlek pada Minggu, 15 Februari 2026.
Dalam pernyataan Tahun Baru Imlek yang dirilis pada hari yang sama, Lai menegaskan, “Kami akan terus memperkuat pertahanan nasional dan upaya keamanan publik, menjaga keamanan nasional serta mempertahankan stabilitas sosial.”
Dilansir dari TRT World, Senin, 16 Februari 2026, pidato tersebut direkam di salah satu fasilitas radar militer paling strategis di wilayah pegunungan tengah Taiwan yang dikunjungi Lai awal bulan ini. Dalam pesan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada angkatan bersenjata atas peran mereka dalam menjaga keamanan Taiwan.
Rekaman video menampilkan Lai berada di stasiun radar Hsiaohsuehshan yang berada di ketinggian, berdialog dengan para perwira militer. Video itu juga memperlihatkan cuplikan kapal selam pertama produksi dalam negeri Taiwan yang saat ini masih menjalani uji coba di bawah laut.
Baca Juga: China Murka, Sebut Presiden Taiwan Penghasut Perang
Terkait hubungan dengan China, Lai sebelumnya mengusulkan peningkatan anggaran pertahanan sebesar 40 miliar dolar AS untuk menghadapi tekanan Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun, partai oposisi yang menguasai parlemen menolak membahas proposal tersebut dan mengajukan alternatif dengan nilai yang lebih kecil, yang hanya mencakup pembelian sebagian persenjataan dari Amerika Serikat.
Beijing menyebut Lai sebagai “separatis” karena menolak klaim kedaulatan China atas Taiwan. Dalam pesan Tahun Baru Imleknya, Lai tidak menyampaikan ucapan khusus kepada China. Sementara itu, China kembali menggelar latihan militer skala besar di sekitar Taiwan pada akhir Desember lalu dan terus menegaskan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut.
China, Korea Selatan, serta sebagian besar negara Asia Tenggara juga merayakan libur Tahun Baru Imlek pada periode yang sama.
William Lai Presiden Taiwan (Istimewa)