Ntvnews.id, Paris - Kantor kejaksaan Paris mengumumkan pembentukan satuan tugas khusus yang terdiri dari jaksa untuk menelaah bukti-bukti yang berpotensi mengaitkan warga negara Prancis dengan kejahatan yang melibatkan terpidana pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein.
Seiring terungkapnya jaringan pergaulan Epstein yang mencakup sejumlah tokoh ternama Prancis setelah dokumen dirilis oleh otoritas Amerika Serikat, kejaksaan menyatakan akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kasus mantan eksekutif agensi model Prancis, Jean-Luc Brunel. Brunel diketahui sebagai rekan dekat Epstein dan ditemukan meninggal dunia dalam tahanan pada 2022.
Mengutip laporan Hurriyet Daily News, Senin, 16 Februari 2026, tim baru tersebut akan berkoordinasi dengan jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional serta kepolisian guna mempertimbangkan pembukaan penyelidikan baru terkait dugaan tindak pidana yang melibatkan warga negara Prancis, demikian pernyataan kantor kejaksaan Paris kepada AFP.
Tujuan pembentukan tim ini adalah “untuk dapat mengekstrak setiap bagian yang dapat digunakan kembali secara efektif dalam kerangka penyelidikan baru,” menurut pernyataan resmi kejaksaan.
Baca Juga: CEO DP World Sultan Bin Sulayem Dicopot Imbas Terseret Skandal Epstein
Brunel ditemukan tewas di selnya di penjara Paris pada 2022 setelah didakwa atas tuduhan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Proses hukum terhadapnya dihentikan pada 2023 setelah kematiannya, tanpa adanya dakwaan tambahan terhadap pihak lain.
Jaksa mengungkapkan hasil penyelidikan menunjukkan Brunel merupakan “teman dekat Jeffrey Epstein” yang merekrut gadis-gadis muda dari latar belakang kurang mampu dengan tawaran pekerjaan sebagai model.
The Department of Justice released thousands of pages on a government website related to Epstein and Maxwell. (David McGlynn)
Menurut kejaksaan, Brunel diduga terlibat dalam aktivitas seksual dengan anak di bawah umur di Amerika Serikat, Kepulauan Virgin AS, Paris, dan wilayah selatan Prancis.
Sejumlah tokoh publik Prancis juga muncul dalam dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS terkait arsip Epstein. Namun, penyebutan nama-nama tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran hukum.
Selain itu, kantor kejaksaan Paris menyatakan telah diminta untuk meninjau tiga kasus baru yang melibatkan seorang diplomat Prancis, seorang agen model, dan seorang musisi, sebagai bagian dari upaya memperluas penyelidikan terkait jaringan Epstein.
Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. (Times Now World)