Laporan Nature Bongkar Relasi Jeffrey Epstein dengan Para Ilmuwan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Feb 2026, 17:55
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, London - Jurnal ilmiah Nature dalam laporan terbarunya, dikutip Selasa, 10 Februari 2026, mengungkap keterkaitan antara mendiang tokoh Amerika Serikat (AS) Jeffrey Epstein dengan komunitas ilmiah yang dinilai “lebih dalam dari yang diketahui sebelumnya” serta “belum pernah terjadi sebelumnya” dari sisi cakupan.

Mengutip dokumen yang baru dirilis Departemen Kehakiman AS, Nature melaporkan bahwa Epstein menanamkan investasi senilai jutaan dolar AS ke berbagai proyek ilmiah dan “memiliki daftar hampir 30 ilmuwan papan atas”.

Dokumen tersebut memperlihatkan bagaimana sejumlah peneliti berkonsultasi dengan Epstein terkait publikasi, pengurusan visa, hingga penanganan krisis hubungan masyarakat, bahkan memberinya ruang terlibat langsung dalam pekerjaan riset.

Meski telah divonis bersalah atas kejahatan seksual pada 2008, hubungan Epstein dengan sejumlah ilmuwan tetap berlanjut, termasuk penerimaan dana dari pemodal tersebut. Salah satu contohnya adalah sumbangan sebesar 800.000 dolar AS kepada Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang kemudian berujung pada pengunduran diri dua ilmuwan serta penangguhan terhadap satu ilmuwan lainnya.

Baca Juga: Ramai Pengunduran Diri Tokoh Politik di Eropa Usai Rilis Berkas Jeffrey Epstein

Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. <b>(Times Now World)</b> Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. (Times Now World)

Baca Juga: Rusia Sebut Kasus Jeffrey Epstein Ungkap Korupsi Tinggi di Kalangan Elite Barat

Nature menegaskan bahwa penyebutan nama para peneliti dalam berkas tersebut tidak secara otomatis menunjukkan pelanggaran hukum atau keterlibatan dalam aktivitas kriminal Epstein. Namun, rincian dokumen itu menyoroti betapa besarnya peran Epstein dalam bidang-bidang ilmiah yang ia danai.

Batch terbaru dokumen yang dirilis mengungkap interaksi Epstein dengan sejumlah akademisi, termasuk Lawrence Krauss, fisikawan teoretis yang lembaga penyebaran sainsnya menerima dana 250.000 dolar AS dari Epstein.

Dalam surel, Epstein disebut memberi saran kepada Krauss untuk menyampaikan pernyataan “tidak berkomentar” saat menghadapi pertanyaan media terkait penyelidikan dugaan pelecehan seksual yang berujung pada pemecatannya dari Arizona State University di Tempe.

Dokumen juga mengungkap bahwa fisikawan teoretis Harvard Lisa Randall pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia pada 2014 serta bertukar surel bernada gurauan mengenai status tahanan rumah Epstein.

Pada 2013, Nathan Wolfe yang saat itu menjabat ahli virologi di Universitas Stanford, mengusulkan agar Epstein mendanai penelitian perilaku seksual mahasiswa sarjana guna menguji “hipotesis virus berahi kami”.

Baca Juga: Heboh Jeffrey Epstein Disebut Masih Hidup dan Tinggal di Israel, Begini Faktanya

Salah satu hubungan akademik terdekat Epstein adalah dengan ahli biologi matematika Martin Nowak, pendiri Program for Evolutionary Dynamics (PED) di Harvard yang didanai Epstein sebesar 6,5 juta dolar AS.

Epstein tidak hanya berperan sebagai donor, tetapi juga terlibat aktif dalam pusat riset tersebut. Harvard menutup PED pada 2021 dan menjatuhkan sanksi terhadap Nowak, sebelum akhirnya mencabut sanksi tersebut pada 2023.

Sejumlah surel juga menunjukkan bahwa Corina Tarnita, kini profesor di Universitas Princeton, menjalin kontak dengan Epstein hanya enam bulan setelah vonisnya dijatuhkan. Mahasiswa doktoral Nowak tersebut tercatat mengirim ucapan ulang tahun pada 2010 dan 2011 serta menyampaikan terima kasih atas bantuan Epstein dalam pengurusan visa.

Dokumen-dokumen tersebut memperlihatkan bahwa Epstein kerap terlibat langsung dalam diskusi ilmiah, termasuk mengusulkan topik penelitian seperti “evolusi komersial” dan “prakehidupan”. Pada 2010, Nowak bahkan membagikan naskah makalah yang telah diterima Nature kepada Epstein sebelum dipublikasikan dan menerima masukan terkait respons atas kritik ilmiah.

Baca Juga: Dokumen Ungkap Skandal Seks Epstein Terjadi di Resor Milik Donald Trump

Temuan baru ini memicu kekhawatiran di kalangan akademisi. Matematikawan University of California, Santa Cruz, Jesse Kass, menyebut kepada Nature bahwa tingkat keterlibatan penyandang dana dalam riset seperti ini adalah sesuatu yang “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Ia menilai perlu adanya “diskusi serius (di kalangan akademisi) mengenai apa yang salah dan bagaimana mencegah hal serupa terjadi lagi” dalam kerja sama dengan pendana swasta.

Departemen Kehakiman AS mulai merilis batch dokumen terbaru tersebut pada Kamis, 30 Januari 2026. Dengan total lebih dari 3 juta halaman, berkas ini menjadi kumpulan dokumen terbesar yang dipublikasikan sejak Kongres AS mengesahkan Undang-Undang Transparansi Arsip Epstein pada akhir tahun lalu.

(Sumber: Antara) 

x|close