Wakil Ketua DPR yang Sempat Dinonaktifkan Diberi Gelar Profesor Kehormatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Nov 2025, 14:06
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Pimpinan DPR RI menghadiri pengukuhan gelar profesor kehormatan kepada Adies Kadir. Pimpinan DPR RI menghadiri pengukuhan gelar profesor kehormatan kepada Adies Kadir.

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI yang sempat dinonaktifkan bersama Ahmad Sahroni dkk, Adies Kadir, menerima gelar profesor.

Adies meraih gelar profesor kehormatan bidang hukum. Gelar tersebut diberikan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 29 November 2025.

Ketua DPR RI Puan Maharani dan pimpinan DPR lainnya hadir dalam pengukuhan tersebut. Dalam kesempatan itu, Puan berbicara tentang pentingnya pendidikan untuk pembangunan bangsa.

Ia menilai pentingnya kehadiran tokoh yang mampu menjembatani dunia politik dengan ilmu pengetahuan sehingga dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Kehadiran Puan bukan hanya sebagai pimpinan parlemen, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas kiprah seorang legislator yang dinilai mampu menjembatani dunia politik, hukum dan akademik.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut.

"Atas nama pimpinan dan seluruh Anggota DPR RI, saya mengucapkan selamat atas pencapaian akademis yang prestisius ini. Pengukuhan ini bukan hanya kehormatan bagi beliau pribadi, melainkan juga kebanggaan bagi institusi DPR RI," ujar Puan.

Puan pun mengatakan, pengukuhan Adies Kadir ini memiliki makna strategis, karena bukan sekadar penganugerahan gelar akademik, tetapi juga penegasan pentingnya tokoh yang mampu mejembatani dunia politik dan ilmu pengetahuan.

"Pengukuhan ini bukan sekadar penganugerahan gelar akademik, tetapi juga penegasan akan pentingnya kehadiran tokoh yang mampu menjembatani dunia politik dan dunia ilmu pengetahuan, sehingga kebijakan negara yang dihasilkan akan semakin memiliki legitimasi yang kuat," tuturnya.

Puan juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam dinamika pembangunan bangsa.

"Universitas Islam Sultan Agung dan perguruan tinggi lainnya di seluruh Indonesia memiliki peran penting sebagai penghasil gagasan ilmiah, hasil riset, inovasi, serta kritik konstruktif," jelas Puan.

"Dalam membangun bangsa dan negata, Kita membutuhkan kerja bersama dari seluruh komponen bangsa, termasuk dari kalangan akademis, sehingga Indonesia bergerak semakin baik dari waktu ke waktu," sambungnya.

Menurut Puan, ilmu pengetahuan harus memberi dampak nyata dalam pengambilan keputusan negara, utamanya dalam pembentukan undang-undang.

"Ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti sebagai teori. Gagasan dan rekomendasi akademik dapat memperkaya proses pembentukan undang-undang, pengawasan, dan penganggaran, sehingga produk legislasi yang dihasilkan menjadi lebih berkualitas, relevan, dan berkeadilan," jelas Puan.

Peraih gelar doktor honoris causa ini menambahkan, kolaborasi antara seluruh elemen bangsa adalah fondasi utama pembangunan. Puan menilai, hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

"Inilah tanggung jawab kita bersama: dengan kapasitas terbaik yang kita miliki, kita kerja bersama membangun Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian," ujar perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan memberikan selamat kepada Adies Kadir atas prestasinya meraih gelar Profesor Kehormatan bidang Hukum. Ia berharap prestasi baru bagi Adies dapat berkontribusi bagi rakyat.

"Bapak Adies Kadir. Sekali lagi saya ucapkan selamat atas amanah besar ini,” sebut Puan.

“Saya berharap gelar profesor kehormatan ini justru menjadi langkah awal yang baru bagi Bapak untuk terus menguatkan pemikiran dan kerja-kerja Bapak bagi bangsa, negara, dan rakyat," sambungnya.

x|close