Menhut: Penyelamatan Badak Jawa Adalah Wujud Pertobatan Ekologis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Agu 2025, 14:25
thumbnail-author
Irene Anggita
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menhut Raja Juli Antoni memberikan pengarahan dalam Kick Off Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa di Kantor Kemenhut, Jakarta, Jumat (29/8/2025) Menhut Raja Juli Antoni memberikan pengarahan dalam Kick Off Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa di Kantor Kemenhut, Jakarta, Jumat (29/8/2025) (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan bahwa langkah penyelamatan populasi badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) merupakan bentuk "pertobatan ekologis" atas dampak buruk aktivitas manusia terhadap habitat alami satwa langka tersebut.

"Saya kira ini bagian dari pertobatan ekologis kita, karena ekosistem badak bagaimanapun semakin sempit, ruang gerak, home range semakin sempit, dan saya kira itu adalah tanggung jawab kita dengan alasan apapun, apakah itu perumahan, pembangunan, perkebunan," ujar Raja Juli Antoni dalam acara Kick Off Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa yang diselenggarakan di kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2025.

Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi badak Jawa yang saat ini berstatus "sangat kritis" dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Populasi spesies ini kini hanya ditemukan di satu tempat, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Banten.

Populasi badak Jawa yang tersisa diperkirakan hanya berkisar antara 87 hingga 100 individu. Selain ancaman dari penyempitan ruang hidup, keberadaan mereka juga terus ditekan oleh aktivitas perburuan liar yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Populasi ini merupakan yang terakhir di dunia, menyusul musnahnya kelompok-kelompok badak Jawa lain yang secara historis tersebar di berbagai wilayah daratan Asia.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Antoni juga menyampaikan apresiasinya atas kerjasama yang dibangun bersama TNI dan Yayasan Badak Indonesia (YABI) untuk mendukung pelaksanaan program translokasi badak Jawa, yang direncanakan dimulai pada Agustus 2025.

Ia menekankan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan nilai-nilai kerja sama yang selalu ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Pak Prabowo selalu mengatakan kita harus berkolaborasi. Bekerja sendiri hampir mustahil bisa menghasilkan sesuatu hal yang monumental, sesuatu hal yang besar," jelasnya.

Peluncuran program ini menandai dimulainya proses pemindahan sepasang badak Jawa—jantan dan betina—dari habitat alami mereka di Semenanjung Ujung Kulon menuju kawasan Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) yang berada di Desa Ujungjaya, Kabupaten Pandeglang.

Meskipun kedua lokasi tersebut masih berada dalam wilayah administratif TNUK, keduanya terpisah sejauh sekitar 14 kilometer dan dihubungkan oleh perairan laut.

Tujuan dari translokasi ini adalah membentuk populasi kedua badak Jawa sebagai bagian dari strategi konservasi yang lebih luas. Berdasarkan kajian ilmiah, populasi saat ini menghadapi ancaman serius, seperti keterbatasan kapasitas daya dukung habitat, rendahnya keragaman genetik, dan tingginya tingkat inbreeding, yang telah mencapai 58,5 persen.

Kementerian Kehutanan mengungkapkan bahwa hasil Population Viability Analysis (PVA) menunjukkan kemungkinan spesies ini punah dalam waktu kurang dari 50 tahun apabila tidak ada tindakan nyata untuk menanganinya.

Proses translokasi mencakup beberapa tahapan penting, dimulai dari pembangunan fasilitas lapangan seperti perangkap yang aman, kandang sementara, serta akses logistik yang diperlukan untuk proses pemindahan.

Individu badak yang akan ditranslokasikan telah dipilih secara selektif, terdiri dari jantan dan betina dengan haplotype berbeda, untuk mencegah terjadinya perkawinan sedarah.

Pemindahan kedua individu tersebut akan melibatkan TNI yang menggunakan peralatan utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk kendaraan amfibi. Sebagai bagian dari persiapan, Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (Yonkapa) 1 Marinir telah melaksanakan simulasi pengangkutan kandang badak menggunakan Ranpur Kapa K-61 pada Mei lalu, guna memastikan kesiapan logistik melintasi laut.

(Sumber: Antara)

x|close