AHY Pastikan Banjir di Akses Menuju Bandara Soetta Segera Ditangani

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Nov 2026, 17:09
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan keterangan kepada media usai meninjai sungai kali Prancis di Tangerang, Jumat, 6 November 2026. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan keterangan kepada media usai meninjai sungai kali Prancis di Tangerang, Jumat, 6 November 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan pemerintah segera menangani banjir yang kerap menggenangi akses jalan menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Menurut AHY, persoalan tersebut perlu segera diselesaikan karena berdampak pada kelancaran penerbangan, sektor pariwisata, hingga aktivitas investasi.

"Bicara sektor pariwisata, bicara investasi dan itu juga dimulai dari pintu masuknya serta pintu keluarnya. Artinya orang datang dan keluar melalui Bandara Soekarno-Hatta. Maka itu, masalah banjir harus ditangani dan mitigasi," kata AHY saat meninjau Kali Prancis di Tangerang, Jumat, 6 November 2026.

Ia mengakui proses penanganan banjir tidak selalu berlangsung tanpa kendala. Meski begitu, pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah agar penanganan di kawasan tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: AHY Tinjau Underpass Bitung, Progres 70,7 Persen untuk Atasi Kemacetan Tangerang

"Kami sejak awal memberikan prioritas untuk banjir di sekitar kawasan Bandara Soetta karena situasi ini mengganggu masyarakat dan tentunya menghambat aktivitas ekonomi termasuk tadi mengganggu Operasional dari Bandara Soekarno Hatta," katanya.

AHY menjelaskan, genangan di jalan tol yang mengarah ke Bandara Soekarno-Hatta dapat memengaruhi operasional bandara tersebut. Dampaknya cukup besar mengingat bandara itu melayani jutaan penumpang.

Ia mengungkapkan, banjir pada musim hujan Januari lalu menyebabkan penundaan lebih dari 150 penerbangan atau sekitar 20 persen dari total penerbangan. Kondisi tersebut turut menghambat kegiatan ekonomi.

Berdasarkan hasil peninjauan, banjir di kawasan itu dipicu sedimentasi dan pendangkalan Kali Prancis beserta anak sungainya. Pemerintah kemudian melakukan sejumlah upaya, salah satunya normalisasi sungai dengan mengerahkan beberapa unit ekskavator untuk mengembalikan kapasitas aliran air.

Baca Juga: AHY Target Flyover Bulak Kapal Rampung 2028

"Alat berat sudah diturunkan. Semoga dalam waktu dekat bisa menjadi solusi dalam menekan banjir di Tangerang dan juga sekitar Bandara Soetta," katanya.

AHY menyebut seluruh pihak telah diminta mempersiapkan langkah antisipasi menjelang musim hujan yang diperkirakan datang dalam dua bulan ke depan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah kesiapan pompa air oleh Jasa Marga di sejumlah titik rawan banjir.

Ia menambahkan, penanganan banjir mencakup langkah jangka pendek maupun jangka panjang. Koordinasi antarpihak diperlukan agar setiap kejadian di lapangan dapat segera ditangani sebagai bagian dari mitigasi.

"Ada penanganan skala awal jangka pendek, namun ada juga jangka panjang. Kita semua koordinasikan agar ketika terjadi kejadian di lokasi bisa ditangani sebagai upaya mitigasi," katanya.

(Sumber: Antara)