Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menargetkan proyek pembangunan Flyover Bulak Kapal di Kota Bekasi, Jawa Barat, rampung pada tahun 2028. Pembangunan fisik infrastruktur strategis ini direncanakan mulai bergulir pada tahun 2026 mendatang.
Proyek ini menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk mengurai kemacetan parah di kawasan tersebut sekaligus memangkas risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap mengancam di pelintasan sebidang antara kendaraan bermotor dan jalur kereta api.
"Kita ingin betul-betul mengawal agar sekali lagi kita bisa mengurangi potensi kecelakaan akibat pelintasan sebidang antara kendaraan darat dengan kereta, dan sekaligus mengurai kemacetan," ujar AHY kepada awak media, dikutip, 3 November 2026.
Menurut penjelasan AHY, urgensi pembangunan flyover ini didasari oleh tingkat mobilitas kendaraan yang sangat tinggi di kawasan Bulak Kapal. Di sisi lain, frekuensi perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur tersebut tergolong sangat padat, dengan kereta yang melintas setiap lima menit sekali.
Kondisi tersebut secara kontinu mengganggu kelancaran arus lalu lintas kendaraan darat, mengingat kawasan ini merupakan jalur utama mobilitas harian masyarakat Bekasi dan sekitarnya.
Pemerintah juga menyoroti aspek keselamatan menyusul insiden kecelakaan maut yang pernah terjadi antara KRL dan taksi online pada April 2025 lalu di sekitar kawasan Stasiun Bekasi Timur. Tragedi tersebut menegaskan bahwa keberadaan pelintasan sebidang di jalur padat merupakan titik rawan yang membutuhkan solusi permanen berupa jalan layang.
Dari sisi pembiayaan, proyek pembangunan Flyover Bulak Kapal melibatkan pembagian peran antara pemerintah daerah dan pusat. Pembebasan lahan menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah Kota Bekasi dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp126 miliar. Sementara itu, anggaran untuk konstruksi fisik flyover diperkirakan menelan biaya sekitar Rp188 miliar.
Dari total 76 bidang tanah yang harus dibebaskan, sebanyak 40 bidang telah dinyatakan selesai atau clean and clear. Sementara itu, 36 bidang tanah sisanya saat ini masih berada dalam tahap proses pembayaran.
AHY menyatakan optimismenya agar hambatan pertanahan ini dapat segera diselesaikan secara tuntas demi kelancaran tahapan konstruksi fisik selanjutnya.
"Harapannya November nanti bisa dituntaskan segala sesuatunya," tegas AHY.
Menurut perencanaan teknis, Flyover Bulak Kapal akan dibangun dengan panjang bentang sekitar 500 meter. Dalam proses perancangannya, pemerintah memastikan bahwa aspek keselamatan dan standar teknis yang ditetapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menjadi acuan utama.
Salah satu perhatian krusial dalam desain konstruksi adalah ketentuan mengenai ketinggian ruang bebas atau clearance. KAI menetapkan standar ketinggian ruang bebas sekitar 7,5 meter guna menjamin keamanan operasional kereta, termasuk mengakomodasi jaringan listrik aliran atas (LAA) serta berbagai perlengkapan operasional kereta api lainnya. Ketinggian tersebut dipastikan masuk ke dalam perhitungan desain akhir pembangunan flyover.
Menko Infrastruktur AHY (Dokumentasi)